Harga Oli Motor di Bengkel Kecil Mamuju Tengah Melonjak Rp10 Ribu per Botol Akibat Suplai Seret dan Biaya Logistik Naik

Penulis: Usman Harun  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:39:40 WIB
Harga oli motor di Mamuju Tengah naik Rp10 ribu per botol akibat suplai terbatas dan biaya logistik meningkat.

MAMUJU TENGAH — Bengkel-bengkel kecil di pelosok Kabupaten Mamuju Tengah mulai merasakan dampak langsung dari kemacetan rantai pasok oli kendaraan roda dua. Dalam beberapa pekan terakhir, harga eceran pelumas di tingkat konsumen melonjak hingga Rp10.000 per botol, membebani pengendara motor di wilayah tersebut.

Kondisi ini dipicu oleh dua faktor utama: pembatasan kuota pasokan dari distributor dan meroketnya biaya angkut. Kendaraan logistik yang mengangkut suku cadang dan oli ke wilayah terpencil, seperti Kecamatan Karossa, mengeluhkan mahalnya harga solar eceran yang membuat ongkos distribusi membengkak.

Modal Bengkel Kecil Terbatas, Stok Oli Sulit Didapat

Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Lara di Kecamatan Karossa. Alimuddin, pemilik bengkel motor setempat, mengaku sudah berminggu-minggu kesulitan mendapatkan stok oli dari toko grosir di pusat kecamatan.

"Sekarang suplai oli dibatasi dari pusat grosir suku cadang. Kita yang bengkel kecil ini sering tidak kebagian karena modal terbatas untuk berebut stok," kata Alimuddin.

Efek Domino Solar Langka: Ongkos Angkut Naik, Harga Modal Ikut Melambung

Menurut Alimuddin, masalah distribusi ini bukan hal baru. Namun, kondisi diperparah oleh tingginya harga BBM jenis solar yang digunakan armada pengangkut barang. Biaya tambahan itu kemudian dibebankan ke harga modal oli yang harus dibayar bengkel.

"Ongkos angkut barang naik karena solar untuk mobil pengirimnya juga mahal dan susah didapat. Akhirnya, biaya itu dibebankan ke harga modal oli yang kami beli," tambahnya.

Akibatnya, bengkel-bengkel kecil di Desa Lara terpaksa menaikkan harga jual eceran untuk menutupi biaya transportasi yang membengkak. Para pelaku usaha mikro di sektor otomotif ini khawatir jika kondisi terus berlanjut, mereka akan kehabisan stok dan tidak bisa melayani pelanggan.

Warga Berharap Ada Intervensi Dinas Terkait

Para pengendara motor di pelosok Mamuju Tengah kini kesulitan mendapatkan pelumas berkualitas dengan harga normal. Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan untuk menstabilkan harga logistik di Mateng.

Jika fluktuasi harga solar dan kemacetan distribusi dari toko grosir di Karossa terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bengkel-bengkel kecil akan tutup karena kehabisan pasokan pelumas.

Reporter: Usman Harun
Sumber: sulbaronline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top