Peringkat FIFA Timnas Indonesia Kalah dari Oman, Tapi Skuad Garuda Dinilai Lebih Mewah Berkat Pilar Eropa

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 01 Juni 2026 | 04:09:01 WIB
Skuad Timnas Indonesia tiba di Jakarta jelang laga FIFA Matchday melawan Oman.

SULAWESI BARAT — Oman menjadi tim pertama yang tiba di Jakarta untuk laga FIFA Matchday Juni 2026. Skuad asuhan Tarik Sektioui mendarat pada Sabtu (30/5/2026) dengan membawa pemain terbaiknya, termasuk beberapa yang bermain di luar negeri seperti Issam Al-Sabhi (Al-Quwa Al-Jawiya, Irak) dan Muhsen Al-Ghassani (Bangkok United, Thailand). Setelah melawan Indonesia, Oman akan bertolak ke Bangkok untuk menghadapi Kuwait.

Usia Skuad Oman Jadi Kelemahan, Indonesia Lebih Segar

Ronny Pangemanan atau Ropan menyoroti faktor usia sebagai pembeda utama. Banyak pilar Oman sudah memasuki usia senja—Kapten Harib Al-Saadi (36 tahun) dan kiper Faiz Al-Rushaidi (37 tahun) menjadi yang tertua. Sebaliknya, skuad Garuda didominasi pemain di bawah 25 tahun.

"Kalau dari segi kemewahan tim, saya rasa kita punya tim yang mewah yang bermain di Eropa," ujar Ropan melalui kanal YouTube pribadinya, Bung Ropan.

Deretan Pemain Eropa Jadi Andalan John Herdman

Indonesia mengandalkan nama-nama seperti Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax), Calvin Verdonk (Lille), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Ole Romeny (Oxford United), Elkan Baggott (Ipswich Town), dan Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach). Satu absen penting adalah Jay Idzes yang masih cedera.

Ropan menilai kedalaman skuad ini menjadi modal besar, meski peringkat FIFA Indonesia masih tertinggal. Dua laga kandang di SUGBK—melawan Oman (5 Juni) dan Mozambik (9 Juni)—dinilai sebagai peluang emas untuk mendongkrak peringkat.

Target: Kemenangan Bisa Naikkan Peringkat ke 116

"Jika bisa memenangkan pertandingan, peringkat kita akan naik. Mungkin di 118 atau di 116," kata Ropan. Ia menambahkan, menghadapi tim dengan peringkat lebih tinggi justru memotivasi pemain. Dukungan penuh suporter di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda untuk membuktikan bahwa kualitas tidak selalu tercermin dari angka FIFA.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top