SULAWESI BARAT — Laporan dari Kotaku, yang kemudian dikonfirmasi oleh berbagai pengguna internet, menunjukkan bahwa thumbnail tersebut masih terpajang di platform streaming Paramount+ hingga saat ini. Dalam gambar itu, wajah Kirk dari adegan pemindaian retina di film asli ditempelkan ke tubuh palsu buatan AI yang mengenakan jas bisnis. Hasilnya, rambut Kirk juga tampak aneh dan tidak natural karena bingkai asli adegan terpotong di area dahinya.
Seniman Ryan Estrada mengungkapkan dugaan di balik thumbnail janggal ini. Menurutnya, Paramount+ kemungkinan ingin menyorot adegan spesifik saat Kirk menjalani pemindaian retina untuk mengakses file komputer. Adegan itu memang ikonik, namun sayangnya merupakan close-up wajah Shatner. Alih-alih menggunakan frame lain, platform tersebut diduga memanfaatkan AI generatif untuk menciptakan tubuh dan latar belakang palsu, termasuk jas yang tidak pada tempatnya.
Dalam dunia Star Trek yang fiksi, uang dan bisnis dalam pengertian modern nyaris tidak ada. Kapten Kirk sendiri tidak pernah mengenakan jas dasi di serial maupun film original. Satu-satunya pengecualian adalah saat ia mengenakan kemeja flanel dan celana jins saat berkunjung ke Bumi tahun 1930-an.
Paramount+ awalnya memiliki gambar Kirk yang sah dari film The Wrath of Khan. Namun, karena gambar tersebut adalah potongan ketat (tight crop) hanya pada wajah, platform streaming membutuhkan elemen tambahan untuk membuat thumbnail yang lebih luas. AI generatif kemudian diandalkan untuk mengisi kekosongan: membuat tubuh, pakaian, dan latar. Hasilnya justru dianggap kacau oleh penggemar dan pengamat industri.
CEO Paramount, David Ellison, baru-baru ini menyatakan kepada CNBC bahwa perusahaannya “menggunakan teknologi untuk mentransformasi setiap aspek bisnis ini.” Jika thumbnail Star Trek ini menjadi pertanda masa depan, para penggemar setia mungkin harus mulai menimbun Blu-Ray untuk menikmati konten favorit mereka tanpa gangguan.
Kontroversi thumbnail ini terjadi di tengah masa sulit bagi waralaba Star Trek di bawah kepemilikan Paramount. Perusahaan baru saja membatalkan serial Starfleet Academy yang sebelumnya mendapat pujian mengejutkan, serta menghentikan produksi Strange New Worlds. Bagi penggemar setia, penggunaan AI yang ceroboh ini bukan hanya soal estetika, melainkan simbol dari pengelolaan properti intelektual yang dinilai kurang hati-hati.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Paramount+ mengenai rencana mereka untuk mengganti atau mempertahankan thumbnail kontroversial tersebut. Satu hal yang pasti: jejak digital AI generatif kini meninggalkan rasa pahit di komunitas penggemar Star Trek.