Pencarian

Pertamina Bor Dua Sumur di Manggarai, 153 KK Kini Punya Air Dekat

Kamis, 17 September 2026 • 13:34:32 WIB
Pertamina Bor Dua Sumur di Manggarai, 153 KK Kini Punya Air Dekat

SULAWESI BARATPT Pertamina (Persero) membangun dua sumur bor di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk memenuhi kebutuhan air bersih 153 kepala keluarga pascabencana. Pembangunan sumur ini melanjutkan bantuan air bersih tahap tanggap darurat yang sebelumnya disalurkan lewat mobil tangki dan air mineral kemasan.

Paragraf pembuka: Sebelum sumur bor berdiri, warga Watubaur di Kelurahan Wangkung harus menempuh perjalanan hampir dua kilometer setiap kali mencari air. Air itu dipakai untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kondisi tersebut makin berat setelah gempa mengguncang Kabupaten Manggarai dan mempersulit akses ke sumber air.

Dua Titik Sumur, Dua Kelompok Warga yang Terlayani

Sumur pertama dibangun di Mata Air, Kecamatan Reok, dengan kedalaman 32 meter dan debit sekitar satu liter per detik. Sumber air itu melayani 85 kepala keluarga serta Polsek Reok.

Sumur kedua berada di Kelurahan Wangkung, kedalamannya 28 meter dengan debit sekitar 1,3 liter per detik. Titik ini menopang kebutuhan 68 kepala keluarga, Gereja Stasi Wangkung, SDK Kedindi, dan PAUD St. Arnoldus Wangkung.

Setiap titik dilengkapi menara air, tandon berkapasitas 1.100 liter, pompa, dan jaringan perpipaan. Kelengkapan itu membuat air bisa langsung dialirkan ke rumah warga dan fasilitas umum, bukan lagi diangkut manual dari sumber yang jauh.

Dari Tangki ke Sumur: Bantuan yang Disesuaikan Tahap Bencana

Pada masa tanggap darurat, Pertamina menyalurkan 108.500 liter air bersih melalui mobil tangki. Perusahaan pelat merah itu juga mendistribusikan 2.805 dus air mineral bagi warga terdampak.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan, bentuk dukungan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap tahap penanganan bencana.

"Di awal penanganan, masyarakat membutuhkan air bersih dengan cepat. Setelah kondisi berangsur pulih, kebutuhan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber air yang dapat terus digunakan. Karena itu, Pertamina melanjutkan dukungan dengan membangun sumur bor di dua lokasi," ujar Baron.

Menurut Baron, keberadaan sumber air diharapkan membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menopang sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

"Harapannya, manfaat sumber air ini tidak hanya dirasakan pada masa pemulihan, tetapi dapat terus digunakan masyarakat dalam jangka panjang," tambahnya.

Air Dekat, Hidup Mulai Berjalan Lagi

Kristian Wawo, warga Watubaur, mengaku merasakan langsung perubahan itu. Dulu, ia dan warga lain harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air. Kini sumber air tersedia jauh lebih dekat.

"Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu kami harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkat bantuan dari Pertamina," kata Kristian.

Hal serupa disampaikan Amelia, warga Watubaur. Baginya, air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah gempa melanda Manggarai.

"Dalam kondisi bencana seperti ini, ketika air yang paling kami butuhkan bisa tersedia, kebutuhan utama kami menjadi terpenuhi. Terima kasih Pertamina sudah menghadirkan sarana air bersih di sini," tutur Amelia.

Bagi warga Watubaur, dua sumur bor itu bukan sekadar infrastruktur. Kehadirannya menjadi pijakan untuk kembali menjalani kehidupan normal setelah bencana, dengan air yang tak lagi harus diperjuangkan lewat perjalanan panjang setiap hari.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks