Pencarian

PSSN dan KOICA Rampungkan Pelatihan Siber 21 Pekan untuk 10 Dosen

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:31:01 WIB
PSSN dan KOICA Rampungkan Pelatihan Siber 21 Pekan untuk 10 Dosen
Pelatihan siber selama 21 pekan bagi 10 dosen PSSN resmi rampung di Sulawesi Barat pada Jumat (21/8/2026).

SULAWESI BARAT — Pelatihan yang berlangsung sejak 29 Maret hingga Jumat (21/8/2026) ini menggembleng para calon pengajar inti CSVC dengan kurikulum I-Shield dan I-Shield Jr. Materi yang diberikan mencakup pengamanan sistem, jaringan, basis data, aplikasi seluler, situs web, hingga keamanan kecerdasan buatan (AI).

Bekal Teknis untuk Pengajar Inti CSVC

Para dosen tidak hanya mendalami teori, tetapi juga mempraktikkan investigasi forensik digital, pengujian keamanan melalui serangan terkendali, penanganan insiden, dan analisis malware. Universitas Ajou turut memberikan pendalaman materi manajemen keamanan standar nasional dan kebijakan siber Korea Selatan.

Di tahap akhir, setiap peserta dilibatkan langsung dalam merumuskan materi pembelajaran masa depan dengan bantuan teknologi AI. Metode ini dirancang agar para pengajar mampu beradaptasi dengan cepatnya perubahan lanskap ancaman digital.

Kunci Operasional Pusat Vokasi Siber

Manajer Proyek KOICA, Kim Gye-young, menegaskan bahwa ketersediaan pengajar kompeten menjadi urat nadi operasional CSVC ke depan. "Program pelatihan ini memiliki dua agenda, yaitu transfer pengetahuan teknis dan pembangunan kapasitas pemimpin pendidikan keamanan siber di Indonesia," jelas Kim.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi strategis para dosen PSSN sebagai garda terdepan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) siber nasional. Kehadiran CSVC diharapkan menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga ahli pertahanan digital di tengah meningkatnya serangan siber ke institusi pemerintah dan swasta.

Dampak bagi Ekosistem Digital Indonesia

Perwakilan peserta PSSN, Yulius Dharsono, mengungkapkan bahwa metode pelatihan kolaboratif ini mengubah perspektifnya sebagai pendidik. "Program ini memberikan pelatihan teknis keamanan siber, sekaligus membentuk tenaga pendidik yang adaptif terhadap perubahan serta profesional dan etis dalam bertugas," tuturnya.

Lulusan program ini nantinya akan menjadi tulang punggung pengajaran di CSVC yang menyasar kebutuhan industri, pemerintahan, dan sektor bisnis digital. Ketersediaan tenaga pengajar bersertifikasi internasional ini juga berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi teknologi, mengingat aspek keamanan data menjadi pertimbangan utama investor.

Tahap Selanjutnya: Pembangunan Fisik dan Platform Digital

Usai fase pelatihan tenaga pendidik rampung, proyek kerja sama internasional ini memasuki babak konstruksi. Tahap berikutnya mencakup pembangunan fisik gedung pusat pendidikan vokasi CSVC serta pengembangan platform pembelajaran daring (online learning).

Kolaborasi dengan KOICA dan konsorsium STEALIEN, Universitas Ajou, serta Solutek System ini menandai penguatan kemitraan bilateral Indonesia-Korea Selatan di bidang pendidikan teknologi. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transformasi digital nasional dan memenuhi standar keamanan siber global.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks