Pencarian

Menteri Keamanan Nasional Israel Serukan Pembunuhan Malam Hari di Gaza, Sebut Warga Palestina 'Tak Layak Hidup'

Minggu, 16 Agustus 2026 • 23:34:31 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Serukan Pembunuhan Malam Hari di Gaza, Sebut Warga Palestina 'Tak Layak Hidup'
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerukan operasi pembunuhan malam hari di Gaza.

SULAWESI BARAT — Seruan kontroversial itu disampaikan Ben-Gvir di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap kebijakan militer Israel di Jalur Gaza. Sebagai bagian dari pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ben-Gvir dikenal kerap mengeluarkan pernyataan keras yang memperkeruh situasi politik dan keamanan di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Ben-Gvir tidak memberikan rincian spesifik mengenai bagaimana operasi pembunuhan malam hari tersebut akan dilakukan. Ia hanya menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk membuat kehidupan warga Palestina di Gaza menjadi "sangat tidak tertahankan".

Upaya Sistematis Mempersulit Hidup Warga Gaza

Seruan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang upaya pejabat sayap kanan Israel untuk memperketat tekanan terhadap penduduk sipil di Gaza. Sebelumnya, berbagai kebijakan blokade, pembatasan akses logistik, dan operasi militer intensif telah diterapkan di wilayah kantong Palestina tersebut.

Pernyataan Ben-Gvir dinilai para pengamat sebagai bentuk pelebaran sasaran perang dari penghancuran infrastruktur militer menjadi kebijakan kolektif terhadap warga sipil. Hal ini berpotensi semakin memperdalam krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama di Gaza, di mana jutaan penduduk hidup dalam keterbatasan akses pangan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Mengapa Pernyataan Ini Muncul di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata?

Waktu penyampaian pernyataan Ben-Gvir menjadi sorotan karena terjadi di saat upaya mediasi internasional untuk mencapai gencatan senjata kembali digencarkan. Para diplomat dari Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat dilaporkan tengah berupaya menjembatani perbedaan posisi antara Israel dan Hamas.

Seruan untuk melakukan pembunuhan massal secara eksplisit dapat mengganggu jalannya negosiasi yang rapuh. Sikap ini juga memperlihatkan adanya perpecahan internal di tubuh pemerintahan Israel antara kubu yang mendukung kesepakatan diplomatik dengan kubu garis keras yang menginginkan eskalasi militer penuh.

Reaksi Komunitas Internasional dan Potensi Dampak Hukum

Pernyataan seorang menteri kabinet yang menyerukan tindakan yang masuk kategori kejahatan perang berdasarkan hukum humaniter internasional berpotensi memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi hak asasi manusia. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sebelumnya telah membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan di wilayah Palestina.

Meski pernyataan menteri tidak serta-merta menjadi kebijakan resmi militer, retorika semacam ini kerap dianggap sebagai legitimasi bagi pasukan di lapangan untuk bertindak lebih agresif. Organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa bahasa yang digunakan oleh pejabat tinggi negara memiliki konsekuensi langsung terhadap keselamatan warga sipil di zona konflik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari kantor Perdana Menteri Netanyahu mengenai pernyataan kontroversial tersebut. Militer Israel juga belum mengeluarkan komentar terkait kemungkinan penerapan instruksi yang diserukan Ben-Gvir dalam operasi mereka di lapangan.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aljazeera.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks