MAMUJU — Kedatangan Totok bersama jajaran disambut pengurus dan pengelola pura, termasuk Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Barat. Program Minggu Kasih sendiri merupakan turunan dari kebijakan prioritas Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan kepolisian sebagai pihak yang hadir langsung di tengah warga.
Dalam sambutannya, Ketua PHDI Sulbar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia memaparkan kehidupan umat Hindu di Sulawesi Barat yang selama ini berjalan rukun dalam kesederhanaan dan kebersamaan.
Totok menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif warga. Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci pelayanan yang tepat sasaran.
"Polisi tidak bisa berdiri sendiri. Partisipasi masyarakat adalah mitra terkuat kami. Melalui program Minggu Kasih ini, kami turun langsung ke berbagai tempat ibadah untuk mendengar aspirasi Bapak dan Ibu sekalian, agar apa yang kami terima dapat diwujudkan dalam bentuk pelayanan terbaik," ujar Kapolda.
Ia menyebut kunjungan ke rumah ibadah sebagai cara jemput bola. Aspirasi yang terkumpul dari warga akan ditindaklanjuti dalam bentuk layanan kepolisian yang lebih baik.
Dalam pertemuan itu, Totok menyoroti pentingnya merawat nilai toleransi yang sudah tumbuh di Sulawesi Barat. Keberagaman dipandang sebagai anugerah yang perlu dijaga bersama agar situasi daerah tetap aman, damai, dan kondusif.
Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat. Warga dipersilakan menyampaikan masukan atau persoalan, baik melalui jajaran kepolisian di lapangan maupun langsung kepada Kapolda.
Kunjungan ditutup dengan komitmen bersama menjaga kerukunan antarumat beragama. Kedamaian dinilai lahir dari rasa hormat dan kepedulian di tengah perbedaan.