SULAWESI BARAT — Rambolek sebenarnya naik ke atas ring sebagai pemegang sabuk. Namun ia gagal memenuhi batas berat badan, sehingga hanya Yod-IQ yang berhak membawa pulang sabuk emas dalam laga yang disiarkan eksklusif bagi pelanggan live.onefc.com pada jam tayang utama Asia tersebut.
Ronde pembuka berjalan hati-hati. Keduanya saling membaca permainan sebelum Rambolek memecah kebuntuan lewat kombinasi straight kiri dan tendangan ke tubuh yang membuat penonton bergemuruh.
Yod-IQ tak terpengaruh. Ia menemukan ritmenya dari jarak jauh, memanfaatkan keunggulan jangkauan lewat tendangan kiri keras ke tubuh dan hook kiri tajam. Ronde pertama pun berlangsung ketat.
Memasuki ronde kedua, Yod-IQ menaikkan tempo. Gerakan kakinya ringan, jab digandakan, dan tendangan panjang diarahkan sambil ia membaca pergerakan bertahan Rambolek.
Rambolek sempat menangkap tendangan dan membalas lewat pukulan kanan keras. Tapi Yod-IQ dengan mulus masuk ke clinch untuk mematikan ancaman siku, lalu kembali mengatur jarak.
Rambolek meningkatkan tekanan pada ronde ketiga lewat kombinasi satu-dua dan leg kick tajam. Yod-IQ tak goyah. Ia menghindari serangan bertenaga itu dan membalas dengan hook cepat serta tendangan ke tubuh tanpa henti yang mulai menguras tenaga lawannya.
Sebuah siku kanan tajam dan dua straight telak menutup ronde dengan impresif bagi Yod-IQ.
Kedua petarung menaikkan intensitas di ronde kejuaraan. Kombinasi kilat dan tendangan keras ke tubuh Yod-IQ efektif meredam ancaman overhand kanan Rambolek.
Saat Rambolek mulai mengalihkan serangan ke tubuh, Yod-IQ membaca gerakannya dan menyambut dengan cross keras setiap kali lawannya merendahkan kepala.
Di tiga menit terakhir, Yod-IQ mengerahkan seluruh kemampuannya. Pengaturan jarak menghasilkan tendangan keras ke kepala dan tubuh. Rambolek mulai kehabisan tenaga, sementara sang penantang justru mengambil inisiatif lewat jab cepat dan spinning backfist spektakuler.
Intensitas serangan Rambolek menurun menjelang akhir laga. Footwork elite dan counterstriking presisi Yod-IQ membuat keputusan juri sulit dibantah.
Kemenangan lewat keputusan mutlak itu memperpanjang rentetan kemenangan Yod-IQ menjadi 11 dan membawa rekornya ke 128-36.
Talenta berusia 24 tahun ini kini mengikuti jejak rekan satu sasana PK Saenchai Muaythaigym sekaligus mantan Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Tawanchai PK Saenchai. Satu lagi prestasi bergengsi ditambahkan bagi sasana legendaris tersebut.