SULAWESI BARAT — Dua di antaranya menarik perhatian karena pendekatan sensor yang agresif. Vivo X300 Ultra membawa dua sensor 200 megapiksel, sedangkan Xiaomi 17 Ultra menempatkan sensor 200 megapiksel di kamera telephoto.
Vivo X300 Ultra jadi satu-satunya ponsel di daftar ini yang mengusung dua sensor 200 megapiksel sekaligus. Konfigurasi seperti ini biasanya dipakai untuk menjaga detail tetap tajam saat merekam di berbagai panjang fokus, terutama saat pengguna melakukan zoom tanpa kehilangan terlalu banyak resolusi.
Bagi perekam video yang sering berpindah antara sudut lebar dan telefoto, kombinasi dua sensor beresolusi tinggi bisa mengurangi penurunan kualitas antar-lensa.
Xiaomi 17 Ultra mengambil jalur berbeda. Sensor 200 megapikselnya ditempatkan di kamera telephoto, bukan di lensa utama. Artinya, kekuatan utama ponsel ini ada pada rekaman jarak jauh, termasuk saat merekam subjek dari kejauhan dengan detail yang masih terjaga.
Pendekatan ini cocok untuk pengguna yang banyak merekam konser, acara olahraga, atau momen dari tribun yang posisinya jauh dari objek.
Tiga nama lainnya melengkapi daftar: iPhone 17 Pro Max, Samsung Galaxy S26 Ultra, dan Google Pixel 10 Pro XL. Ketiganya masuk rekomendasi sebagai pilihan yang mapan untuk kebutuhan rekaman video sehari-hari maupun produksi konten yang lebih serius.
Masing-masing punya ekosistem dan karakter warna yang berbeda. Pengguna yang sudah terikat pada satu platform biasanya lebih mudah memaksimalkan fitur perekaman yang tersedia di perangkat tersebut.
Kalau prioritasnya fleksibilitas panjang fokus dengan cadangan resolusi tinggi di beberapa lensa, Vivo X300 Ultra masuk pertimbangan utama. Kalau kebutuhan utamanya merekam objek jauh, telephoto 200 MP di Xiaomi 17 Ultra jadi nilai jual yang sulit diabaikan.
Sementara itu, iPhone 17 Pro Max, Samsung Galaxy S26 Ultra, dan Google Pixel 10 Pro XL lebih pas untuk pengguna yang ingin hasil konsisten tanpa harus memikirkan konfigurasi sensor secara teknis.
Daftar ini disusun untuk pasar India, jadi ketersediaan dan harga di tiap wilayah bisa berbeda. Calon pembeli di Indonesia sebaiknya mengecek dulu apakah varian yang sama resmi masuk pasar lokal sebelum menjadikannya acuan.