MAMASA — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Makassar memastikan kesiapan fasilitas sebelum peralatan baru dikirim. Verifikasi mencakup mentoring petugas laboratorium, pemetaan kendala operasional, dan pengecekan ruangan yang akan digunakan untuk penempatan alat.
Kedatangan tim pendamping disambut langsung Bupati Mamasa Welem Sambolangi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang menjadikan Mamasa sebagai salah satu lokus pendampingan teknis penguatan Labkesmas.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas perhatian Kementerian Kesehatan serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang menempatkan Kabupaten Mamasa sebagai lokus pendampingan teknis Labkesmas,” ujar Welem.
Kepala daerah itu menegaskan jajarannya siap bersinergi dalam penyiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia. Hal ini dilakukan agar bantuan peralatan laboratorium dari program InPULS dapat dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Mamasa.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim mengingatkan bahwa penguatan Labkesmas tidak hanya berhenti pada penyediaan peralatan. Kesiapan sumber daya manusia, ruangan, sarana pendukung, tata kelola, hingga pemenuhan standar mutu pemeriksaan harus dipastikan agar alat yang diberikan berfungsi optimal.
“Melalui pendampingan InPULS ini, kita ingin memastikan kesiapan fasilitas laboratorium daerah, baik dari sisi ketersediaan SDM maupun sarana dan prasarana penunjangnya,” ujar Nursyamsi.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dasar untuk deteksi dini penyakit, surveilans kesehatan, penanganan kasus, serta pengambilan keputusan berbasis data. Semakin kuat kapasitas laboratorium daerah, semakin cepat berbagai persoalan kesehatan dapat dikenali dan ditindaklanjuti.
Penguatan jejaring Labkesmas di Mamasa merupakan bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh di Sulawesi Barat. Laboratorium berfungsi sebagai bagian penting dari sistem kewaspadaan kesehatan, bukan sekadar tempat pemeriksaan rutin.
Bagi Kabupaten Mamasa, kehadiran tiga unit peralatan baru diharapkan mendekatkan akses pemeriksaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelayanan kesehatan di tingkat daerah.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, di mana pembangunan kesehatan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memenuhi hak dasar masyarakat.