Dinkes Mamuju Tengah Kumpulkan Seluruh Puskesmas di Topoyo, Bahas Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Buruk

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 01 September 2026 | 18:01:31 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Mamuju Tengah memimpin rapat koordinasi percepatan penurunan stunting bersama seluruh kepala puskesmas di Topoyo.

MAMUJU TENGAH — Persoalan stunting dan kesehatan ibu-anak menjadi pokok bahasan utama dalam Rapat Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan Program Kesehatan Keluarga, Gizi, dan Kesehatan Reproduksi yang digelar di Aula Wisma Bahari Topoyo, Senin (31/8/2026). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju Tengah sengaja menghadirkan seluruh Kepala Puskesmas beserta penanggung jawab program kesehatan ibu, gizi, dan promosi kesehatan untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan.

Kepala Dinkes Kabupaten Mamuju Tengah, Setyo Bero, hadir langsung memimpin forum yang juga diikuti Tim Kerja Kesehatan Keluarga serta Tim Kerja Promosi Kesehatan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat.

Mengapa Koordinasi Lintas Sektor Diperlukan Sekarang?

Persoalan gizi buruk dan stunting tidak bisa ditangani Dinkes sendirian. Layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Mamuju Tengah membutuhkan keterpaduan antara puskesmas, posyandu, dan kebijakan provinsi agar tepat sasaran.

Forum ini menjadi ruang bagi setiap puskesmas untuk memetakan tantangan di wilayahnya masing-masing. Persoalan akses geografis, keterbatasan tenaga kesehatan, hingga belum optimalnya promosi kesehatan menjadi sejumlah hal yang dibahas agar solusinya tidak berjalan sendiri-sendiri.

Jejaring Provinsi-Kabupaten untuk Layanan Akar Rumput

Dukungan penuh datang dari Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.

"Pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas harus terus kita kejar. Oleh karena itu, DKPPKB Sulbar akan terus mendorong penguatan kolaborasi lintas program dan sektor untuk memastikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi Barat," tegas dr. Nursyamsi.

Supervisi fasilitatif dari tingkat provinsi menjadi kunci. Tim DKPPKB tidak sekadar memantau, tetapi turun membantu puskesmas memecahkan persoalan teknis di lapangan, mulai dari tata kelola data gizi hingga strategi jemput bola pelayanan ibu hamil.

Target: Tidak Ada Sekat dalam Pelayanan Kesehatan

Melalui sinergi yang terjalin erat ini, diharapkan tidak ada lagi sekat dalam pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Mamuju Tengah. Penanganan isu-isu krusial seperti gizi buruk, stunting, hingga kesehatan ibu dan anak dapat ditangani secara lebih komprehensif.

Dengan melibatkan seluruh puskesmas, Dinkes Mateng berharap capaian program kesehatan keluarga di setiap kecamatan bisa diukur dengan jelas dan evaluasi berjalan berkala. Langkah ini menjadi fondasi agar layanan dasar di akar rumput tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Reporter: Usman Harun
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top