POLMAN — Operasi Antik Marano 2026 yang digelar jajaran Polres Polewali Mandar untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika kini memasuki fase pengawasan ketat. Tim Wasops Itwasda Polda Sulawesi Barat turun langsung memeriksa pelaksanaan operasi di Posko Polres Polman, Jumat (28/8), saat operasi memasuki hari ke-11 dari 14 hari masa berlaku.
Operasi yang berlangsung sejak 18 hingga 31 Agustus ini tidak hanya disorot dari sisi hasil tangkapan di lapangan. Tim Wasops yang dipimpin Koordinator Tim I, KBP Lalu Moh Syahir, memeriksa dokumen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, hingga penggunaan anggaran di setiap satuan tugas (Satgas) yang terlibat.
Pemeriksaan tidak berhenti pada laporan tertulis. Tim Wasops melakukan pendalaman terhadap dokumen dan pelaksanaan tugas setiap Satgas untuk memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan sesuai aturan.
"Tim juga melakukan pendalaman terhadap dokumen dan pelaksanaan tugas setiap Satgas," demikian keterangan yang dihimpun dari lokasi pemeriksaan.
KBP Lalu Moh Syahir menegaskan agar seluruh personel yang bertugas memahami sasaran operasi. Ia menginstruksikan pelaksanaan tugas secara maksimal dan sungguh-sungguh selama operasi berlangsung.
Kapolres Polman AKBP Zaky Maghfur menyambut langsung kedatangan tim pengawasan didampingi Kabag Ops AKP Suparman. Menurutnya, pengawasan ini menjadi mekanisme penting untuk memastikan operasi berjalan sesuai rencana sekaligus memperbaiki kekurangan yang ditemukan di tengah jalan.
"Kami berkomitmen untuk terus memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Polman. Seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Antik Marano agar melaksanakan tugas secara profesional, maksimal dan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas AKBP Zaky Maghfur.
Operasi Antik Marano 2026 sendiri masih akan berjalan hingga 31 Agustus. Pengawasan dari Itwasda Polda Sulbar ini diharapkan menjaga efektivitas pemberantasan narkoba di wilayah pesisir Sulawesi Barat tersebut.