SULAWESI BARAT — IHSG sempat dibuka di level 6.277,76, lebih rendah dari posisi penutupan sebelumnya di 6.267,88, sebelum akhirnya berbalik arah ke zona hijau. Pergerakan ini menunjukkan tekanan beli mulai mendominasi sejak menit-menit awal pembukaan bursa.
Indeks sektor energi menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG hari ini. IDX Energy tercatat berada di level 3.089,67, naik signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini dipimpin oleh saham-saham berkapitalisasi menengah yang mencatatkan volume transaksi besar.
Petrosea menjadi pemimpin penguatan di sektor energi dengan melonjak 6,49% ke level Rp5.250 per saham. Volume transaksi saham ini tercatat sekitar 35,75 juta lembar pada paruh pertama perdagangan pagi, menandakan minat investor yang tinggi terhadap emiten kontraktor pertambangan tersebut.
Beberapa saham energi lain juga mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu pagi. Berikut pergerakannya berdasarkan data BEI hingga pukul 09.37 WIB:
Meski mayoritas saham sektor energi menghijau, tidak semua emiten bergerak searah. Indo Tambangraya Megah tercatat menjadi salah satu pemberat sektor dengan koreksi 0,41% ke level Rp24.575. Sementara itu, Super Energy melemah lebih dalam sebesar 1,85% ke level Rp2.650.
Menariknya, sejumlah saham energi berkapitalisasi besar justru terpantau stagnan pada awal perdagangan. Adaro Andalan Indonesia, Transcoal Pacific, Mitrabahtera Segara, dan ABM Investama tercatat tidak mengalami perubahan persentase pada data yang ditampilkan.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan sektor energi pagi ini lebih banyak digerakkan oleh aksi beli pada saham-saham lapis kedua dan ketiga, sementara investor masih wait and see pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Dengan penguatan IHSG dan indeks sektor energi yang sama-sama berada di zona positif pada awal perdagangan, pelaku pasar nampaknya merespons positif sentimen yang berkembang. Namun, pergerakan selanjutnya tetap akan ditentukan oleh konsistensi volume transaksi hingga penutupan sesi pertama nanti.