POLEWALI MANDAR — Anggota DPR RI yang membidangi pertanian, perkebunan, dan kelautan itu menawarkan skema bisnis tak biasa bagi organisasi profesi jurnalis. Ajbar menyebut IJS Polman bisa memanfaatkan program Alsintan (alat dan mesin pertanian) dari komisinya untuk disewakan ke petani.
“Kalau di komisi saya ada Alsintan, kenapa IJS tidak bisa punya usaha pusat penyewaan Alsintan? Bayangkan kalau IJS Polman punya 3 combine dan 2 air tractor, mereka bisa mandiri. Saya yakin setiap panen tidak kurang dari 100 juta penghasilannya,” ujar Ajbar dalam sambutannya.
Di hadapan pengurus yang baru dilantik, Ajbar memulai pidatonya dengan menantang para jurnalis untuk tetap kritis. Menurutnya, inovasi pembangunan tidak akan lahir tanpa antitesa berupa kritik dari media dan LSM.
“Tidak ada inovasi baru yang muncul tanpa kritik di belakangnya. Percaya ke saya, inovasi hadir karena ada kritik. Kalau tidak ada kritik, tidak ada inovasi,” tegasnya.
Kendati demikian, Ajbar mengingatkan bahwa kritik saja tidak cukup. Ia mendorong semangat kolaborasi berbasis gagasan tanpa intervensi terhadap independensi jurnalis. “Maka betapa kritik dari media, jurnalis, dan NGO amat diharapkan,” imbuhnya.
Sebagai komitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Ajbar menawarkan diri memfasilitasi program diskusi bulanan yang digagas IJS. Ia berharap kantor sekretariat IJS bisa bertransformasi menjadi pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat.
“Kalau IJS mau punya program diskusi bulanan, saya siap menjadi fasilitasnya. Jika ada ruang, kita bisa menghadirkan narasumber dari pusat,” pungkasnya.