SULAWESI BARAT — Koreksi harga emas Antam hari ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya emas masih bertengger di level Rp2.769.000 per gram. Penurunan ini membuat harga buyback—acuan bagi pemilik yang ingin mencairkan emas batangan—turun Rp7.000 menjadi Rp2.569.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback saat ini mencapai Rp195.000 per gram, atau sekitar 7,05 persen.
Harga yang tercantum berlaku untuk pembelian di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Berikut rincian harga untuk setiap pecahan:
Pembelian emas Antam saat ini tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai PP Nomor 49 Tahun 2022. Namun, transaksi tetap dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari total nilai pembelian, mengacu pada PMK Nomor 48 Tahun 2023. Bukti potong PPh 22 diterbitkan langsung oleh PT Antam Tbk selaku penjual.
Perbedaan ini perlu diperhitungkan investor karena mempengaruhi biaya akuisisi bersih. Untuk pembelian emas 1 gram misalnya, investor harus menyiapkan dana sekitar Rp2.770.900 setelah memperhitungkan PPh 22.
Penurunan harga emas Antam sejalan dengan pergerakan harga emas global yang masih dalam tekanan penguatan dolar AS. Indeks dolar yang bertahan di level tinggi membuat emas sebagai aset non-yield menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga seperti obligasi pemerintah AS.
Di pasar domestik, pelemahan juga dipengaruhi oleh sikap wait-and-see investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat pekan ini. Data tersebut akan menjadi acuan bagi bank sentral AS, The Federal Reserve, dalam menentukan arah suku bunga ke depan.
Koreksi harga emas Antam dalam dua hari terakhir belum mengubah tren jangka panjang logam mulia ini. Sepanjang tahun 2026, emas Antam masih mencatatkan kenaikan sekitar 8 persen dari level awal tahun di kisaran Rp2.560.000 per gram.
Bagi investor ritel, pelemahan harga justru bisa menjadi momentum akumulasi. Namun, perlu diingat bahwa selisih harga beli dan jual (spread) yang lebar—sekitar 7 persen—menyiratkan emas lebih cocok untuk investasi jangka menengah-panjang dibandingkan trading jangka pendek.