MAMASA — Sejumlah warga di wilayah Simbuang dan Mapak harus menguras tenaga ekstra untuk mengantar jenazah keluarga mereka menuju rumah duka. Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Tana Toraja dilaporkan lumpuh total bagi kendaraan bermotor akibat kerusakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Permukaan jalan kini didominasi oleh lumpur tebal yang sangat sulit dilalui, bahkan oleh kendaraan spesifikasi khusus sekalipun. Situasi ini memaksa masyarakat setempat menggunakan tandu darurat dan berjalan kaki menembus medan berat demi mengantar jenazah hingga ke lokasi tujuan.
Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan ini dilaporkan belum mendapatkan perbaikan signifikan dalam waktu lama. Saat intensitas hujan meningkat, kondisi jalan semakin memprihatinkan karena berubah menjadi kubangan lumpur yang memutus akses transportasi antar-kabupaten.
Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga berdampak fatal pada situasi darurat. Warga tidak memiliki pilihan lain selain memikul tandu jenazah secara bergantian melewati tanjakan dan turunan yang licin di sepanjang jalur tersebut.
Masyarakat setempat menyatakan bahwa akses jalan yang memadai merupakan kebutuhan mendesak yang selama ini terabaikan. Selain menyulitkan pengantaran jenazah, jalan rusak ini juga menghambat distribusi logistik dan akses warga menuju layanan kesehatan dasar di pusat kota.
Masyarakat di wilayah Simbuang dan Mapak kini menaruh harapan besar pada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Mereka mendesak adanya langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan agar isolasi wilayah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini segera berakhir.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih harus bergotong royong secara mandiri untuk menghadapi kendala transportasi di wilayah tersebut. Perbaikan jalan dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan taraf hidup dan keselamatan warga di perbatasan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan ini.