Jalan Rusak di Mamasa Paksa Warga Tandu Jenazah Puluhan Kilometer

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:59:02 WIB
Warga Mamasa harus menandu jenazah menempuh puluhan kilometer akibat jalan rusak parah.

MAMASA — Sejumlah warga di wilayah Simbuang dan Mapak harus menguras tenaga ekstra untuk mengantar jenazah keluarga mereka menuju rumah duka. Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Tana Toraja dilaporkan lumpuh total bagi kendaraan bermotor akibat kerusakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Permukaan jalan kini didominasi oleh lumpur tebal yang sangat sulit dilalui, bahkan oleh kendaraan spesifikasi khusus sekalipun. Situasi ini memaksa masyarakat setempat menggunakan tandu darurat dan berjalan kaki menembus medan berat demi mengantar jenazah hingga ke lokasi tujuan.

Jalur Penghubung Mamasa-Tana Toraja Terendam Lumpur

Kerusakan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan ini dilaporkan belum mendapatkan perbaikan signifikan dalam waktu lama. Saat intensitas hujan meningkat, kondisi jalan semakin memprihatinkan karena berubah menjadi kubangan lumpur yang memutus akses transportasi antar-kabupaten.

Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga berdampak fatal pada situasi darurat. Warga tidak memiliki pilihan lain selain memikul tandu jenazah secara bergantian melewati tanjakan dan turunan yang licin di sepanjang jalur tersebut.

Dampak Buruk Terhadap Akses Kesehatan dan Logistik

Masyarakat setempat menyatakan bahwa akses jalan yang memadai merupakan kebutuhan mendesak yang selama ini terabaikan. Selain menyulitkan pengantaran jenazah, jalan rusak ini juga menghambat distribusi logistik dan akses warga menuju layanan kesehatan dasar di pusat kota.

  • Kendaraan roda empat dan roda dua tidak dapat melintas karena lumpur tebal.
  • Warga harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan berjalan kaki.
  • Distribusi kebutuhan pokok dan layanan medis menjadi terhambat.
  • Kondisi jalan semakin parah saat memasuki musim penghujan.

Masyarakat di wilayah Simbuang dan Mapak kini menaruh harapan besar pada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Mereka mendesak adanya langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan agar isolasi wilayah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini segera berakhir.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih harus bergotong royong secara mandiri untuk menghadapi kendala transportasi di wilayah tersebut. Perbaikan jalan dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan taraf hidup dan keselamatan warga di perbatasan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan ini.

Reporter: Usman Harun
Back to top