SULAWESI BARAT — Sejumlah kartu grafis GeForce RTX 5090 baru terlihat dibongkar di sebuah fasilitas yang dilaporkan berada di China, lalu GPU dan memori GDDR7-nya dipindahkan ke papan sirkuit khusus akselerator AI. Rekaman yang beredar memperlihatkan proses itu berlangsung seperti lini produksi massal, bukan modifikasi iseng penggemar PC. Langkah tersebut muncul saat kebutuhan komputasi AI terus menekan permintaan GPU berperforma tinggi.
Fasilitas tersebut tidak hanya membongkar model standar dari produsen pihak ketiga. NVIDIA Founders Edition dan kartu premium seperti ASUS ROG Astral turut tampak di antara tumpukan kartu yang dibongkar dalam rekaman tersebut.
Setelah komponen utama dilepas, GPU dan memori GDDR7 dipasang ke PCB khusus dengan pendingin blower dua slot. Kartu rakitan itu kemudian diuji sebelum akhirnya dikemas kembali.
Mengapa RTX 5090 Dibongkar untuk Server AI
RTX 5090 membawa GPU kelas atas dengan memori GDDR7 32 GB. Spesifikasi itu dinilai menarik untuk menjalankan berbagai beban kerja AI, sementara desain kartu khusus server memungkinkan lebih banyak akselerator dipasang dalam ruang yang lebih padat.
Pendingin blower memegang peran penting di sini. Beda dengan pendingin gaming yang umumnya memakai beberapa kipas terbuka, desain ini mengarahkan udara panas keluar dari casing sehingga suhu tetap terkendali ketika banyak kartu dipasang berdekatan.
Dampak ke Pasokan Pasar Ritel
Komponen dari kartu gaming yang semestinya dijual ke konsumen berpotensi berakhir di perangkat AI. Praktik ini bisa menambah tekanan terhadap pasokan RTX 5090 di pasar ritel, meski rekaman yang beredar belum membuktikan seberapa besar pengaruhnya terhadap kelangkaan kartu.
Harga RTX 5090 di Amerika Serikat dilaporkan sekitar USD 8.500, sedangkan di China disebut mendekati USD 10.000. Angka itu menggambarkan mahalnya kartu ini di tengah permintaan yang tinggi, meski bukan berarti semua penjual mematok harga yang sama.
Yang Masih Belum Jelas
Asal seluruh kartu yang dibongkar dan jumlah unit yang benar-benar diproses masih menjadi tanda tanya. Rekaman tersebut memang memperlihatkan konversi RTX 5090 untuk AI dalam skala besar, tetapi belum cukup untuk memastikan volume produksi maupun dampaknya terhadap stok global.
Bagi pengguna di Indonesia, fenomena ini relevan sebagai sinyal: permintaan GPU untuk AI kini ikut menentukan ketersediaan kartu grafis konsumen, termasuk harga dan stok di pasar lokal yang biasanya mengikuti pergerakan pasokan global.