Pencarian

Rupiah Tertekan ke Rp 17.859 per Dolar AS; Geopolitik, Harga Minyak, dan RDG BI Jadi Penentu Arah

Rabu, 19 Agustus 2026 • 12:03:01 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp 17.859 per Dolar AS; Geopolitik, Harga Minyak, dan RDG BI Jadi Penentu Arah
Rupiah dibuka melemah ke level Rp 17.859 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

SULAWESI BARAT — Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,02% atau tiga poin ke level Rp 17.859 per dolar AS. Pelemahan berlanjut hingga menyentuh Rp 17.864 per dolar AS pada pukul 09.10 WIB. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih tidak bersahabat bagi mata uang negara berkembang.

Geopolitik dan Harga Minyak Menekan Rupiah

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan rupiah hari ini. Kondisi itu diperparah oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang menambah beban bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman.

Investor Menahan Diri Jelang RDG BI

Kendati demikian, Lukman memperkirakan pelemahan rupiah akan relatif terbatas. Sikap investor yang menunggu hasil RDG BI sore ini membuat pergerakan mata uang Garuda tidak agresif. Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.800 hingga Rp 17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Senada, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana, memperkirakan rupiah bergerak tipis dengan kecenderungan terdepresiasi hingga sekitar Rp 18.060 per dolar AS. Menurutnya, sejumlah faktor membayangi pergerakan rupiah, tidak hanya dari eksternal.

Tiga Faktor yang Membayangi Pergerakan Rupiah

Fikri merinci faktor-faktor yang menjadi beban bagi nilai tukar rupiah, baik dari sisi global maupun domestik:

  • Kekhawatiran meluasnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang memicu aksi penghindaran risiko (risk aversion) di pasar keuangan global.
  • Aksi jual obligasi global (bond sell-off) yang mendorong penguatan dolar AS di hampir semua lini.
  • Sikap wait and see pelaku pasar menjelang hasil RDG BI serta mulai meningkatnya tensi politik domestik.

"Faktornya kekhawatiran meluasnya tensi geopolitik Timur Tengah, bond sell-off yang terjadi secara global, wait and see jelang hasil RDG BI, serta mulai meningkatnya tensi politik domestik," kata Fikri.

Keputusan BI terkait suku bunga acuan sore ini akan menjadi katalis utama bagi pergerakan rupiah ke depan. Pelaku pasar menantikan sinyal kebijakan moneter untuk mengukur langkah selanjutnya di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Investasi mengandung risiko.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks