MAMUJU — Jambore Pramuka dan Kemah Bakti Budaya 2026 Kwartir Ranting Tapalang resmi berakhir setelah berlangsung sejak 14 Agustus lalu. Penutupan ditandai upacara di Lapangan Bahagia Galung pada Selasa (18/8/2026), sekaligus menjadi momen kepulangan para peserta yang selama lima hari mengikuti rangkaian kegiatan.
Ketua Kwartir Ranting Tapalang, Muhammad Anwar Amin, menyebut jambore tahun ini sengaja dirancang lebih dari sekadar kemah biasa. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk membangun karakter, menumbuhkan kemandirian, dan mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka dari berbagai sekolah.
Bukan Lomba Biasa, tapi Ruang Kaderisasi Karakter
Anwar menekankan bahwa nilai utama yang ingin ditanamkan bukanlah kemenangan dalam perlombaan, melainkan pembentukan mental generasi muda. Ia menyebut kegiatan ini adalah bagian dari upaya mencetak kader bangsa yang siap berkontribusi untuk masyarakat.
"Gerakan pramuka tidak hanya hadir untuk membentuk anak-anak muda yang terampil, tetapi membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab," ungkap Anwar saat upacara penutupan.
Peran Polsek dan Kecamatan dalam Kelancaran Acara
Dalam sambutannya, Anwar secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek Tapalang beserta jajaran. Dukungan pengamanan dari aparat kepolisian dinilai menjadi faktor penting yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar sejak hari pertama hingga penutupan.
"Kehadiran Polsek Tapalang adalah bagian penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Atas nama kwartir ranting kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya," tandas Anwar.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kecamatan Tapalang atas koordinasi dan kolaborasi yang solid selama penyelenggaraan jambore. Dukungan dari perangkat kecamatan disebut mempermudah berbagai kebutuhan administratif dan logistik di lapangan.
Pulang dengan Bekal Kemandirian
Setelah upacara penutupan, para peserta yang berasal dari sejumlah sekolah dasar hingga menengah atas di wilayah Tapalang mulai kembali ke rumah masing-masing. Mereka membawa pengalaman tinggal di alam terbuka, bekerja sama dalam regu, serta mengikuti berbagai kegiatan bakti budaya yang dikemas dalam perkemahan.
Jambore Kwartir Ranting Tapalang ini menjadi agenda rutin tahunan yang mempertemukan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan semacam ini diharapkan terus memperkuat jiwa kepanduan dan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda Sulawesi Barat.