SULAWESI BARAT — Motorola bersiap menghidupkan kembali lini Moto One setelah vakum sekitar tujuh tahun, dengan model anyar yang mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 12GB. Kemunculan perangkat bernomor model XT2771-1 itu terungkap lewat sertifikasi Wireless Power Consortium (WPC), yang sekaligus memperlihatkan desain dan dukungan pengisian nirkabel Qi2. Kebangkitan lini ini menandai upaya Motorola mengisi segmen premium menengah yang semakin padat di pasar smartphone global.
Sertifikasi WPC menjadi jejak pertama Moto One di basis data regulator. Dokumen tersebut memuat nomor model XT2771-1 beserta gambar perangkat yang bentuknya mirip Motorola Edge 2025. Layar dan panel belakangnya melengkung di sisi kiri dan kanan, menghasilkan bingkai yang tampak tipis.
Di bagian punggung, modul kamera berbentuk persegi menampung tiga lensa plus LED flash. Kamera depan memakai desain punch-hole di tengah atas layar. Sensor sidik jari tampak sudah tertanam di bawah panel layar, bukan di sisi bodi atau tombol daya.
Pendekatan desain ini menempatkan Moto One dekat dengan bahasa visual lini Edge, yang selama ini jadi andalan Motorola di kelas atas. Belum ada konfirmasi apakah bodi perangkat memakai material logam, kaca, atau kombinasi keduanya.
Sertifikasi WPC mengonfirmasi dukungan wireless charging Qi2 pada Moto One. Meski begitu, perangkat hanya mendukung Extended Power Profile (EPP), bukan Magnetic Power Profile (MPP). Artinya, pengisian nirkabel berjalan dengan daya minimal 15W, tetapi pengguna perlu casing bermagnet untuk memakai aksesori magnetis.
Perbedaan profil daya ini penting bagi calon pembeli yang sudah punya ekosistem aksesori Qi2. Tanpa casing tambahan, fungsi magnet pada charger dan power bank magnetis tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya.
Sebelum muncul di WPC, Moto One sempat terlihat di Geekbench dengan Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 12GB. Kombinasi chipset dan memori itu mengindikasikan perangkat menyasar segmen premium menengah. Posisinya bukan sebagai flagship tertinggi Motorola, yang saat ini diisi lini Signature.
Snapdragon 8 Gen 5 sendiri merupakan chipset kelas atas generasi terbaru Qualcomm. Menempatkannya di lini Moto One memberi Motorola opsi bersaing di rentang harga yang lebih terjangkau ketimbang flagship murni, tanpa turun ke kelas menengah bawah.
Belum ada informasi soal tanggal peluncuran Moto One. Nama "Moto One" juga belum pasti menjadi nama final saat perangkat dirilis ke pasar. Namun, kemunculan di sertifikasi WPC biasanya menandakan peluncuran resmi sudah dekat.
Lini Moto One pertama kali hadir pada 2018 sebagai keluarga ponsel Android One. Setelah beberapa generasi, lini ini berhenti diperkenalkan dan baru kini disebut akan dibangkitkan kembali. Motorola belum memberi keterangan resmi soal rencana tersebut.
Jika benar meluncur dengan Snapdragon 8 Gen 5, Moto One akan bersaing di segmen yang diisi sejumlah merek China dengan chipset setara. Bagi pengguna Indonesia, ketersediaan resmi perangkat ini masih tanda tanya, mengingat Motorola tidak memiliki jalur distribusi seluas kompetitornya di pasar lokal.