MAMUJU — Biro SDM Polda Sulawesi Barat menempatkan 332 personel ke jajaran Polres Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Pasangkayu, dan Mamuju Tengah. Penempatan itu menyasar penguatan tugas operasional, peran Bhabinkamtibmas, serta kualitas pelayanan kepolisian yang langsung bersentuhan dengan warga.
Pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) digencarkan selama tiga minggu terakhir sebagai bagian dari Program Prioritas Kapolri ke-3. Personel Muslim mengikuti kegiatan di Aula Mako Polda Sulbar, sementara personel Nasrani dan pemeluk agama lain melaksanakan pembinaan di rumah ibadah masing-masing.
Polda Sulbar menerapkan kebijakan yang mewajibkan seluruh personel Muslim meninggalkan sejenak pekerjaan untuk melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah saat adzan berkumandang. Setelah ibadah selesai, personel kembali bertugas seperti biasa. Kebijakan itu menjadi bagian integral dari rangkaian Binrohtal yang sedang digencarkan.
Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian menyebut pembinaan rohani bukan kegiatan rutin, melainkan investasi strategis pembentukan karakter anggota.
"Penguatan SDM Polri harus dimulai dari pembentukan karakter. Kita ingin melahirkan personel yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ketika akhlak diperkuat, maka pelayanan akan semakin humanis dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kokoh," tegas Memo Ardian.
Sebanyak 332 personel didistribusikan ke enam polres jajaran. Rinciannya tersebar di Polres Mamuju, Polres Majene, Polres Polewali Mandar, Polres Mamasa, Polres Pasangkayu, dan Polres Mamuju Tengah.
Kehadiran personel di wilayah diharapkan memperkuat deteksi dini potensi gangguan kamtibmas. Respons terhadap persoalan masyarakat juga ditargetkan lebih cepat, dengan rasa aman yang menjangkau hingga pelosok Sulawesi Barat.
Biro SDM Polda Sulbar mendorong transparansi rekrutmen dan pendidikan pengembangan umum (Dikbangum). Indeks profesionalisme personel ditingkatkan melalui pelatihan fungsi teknis kepolisian, disertai evaluasi berkala kemampuan jasmani dan psikologi anggota.
Penataan karier berbasis merit system menjadi perhatian penting, sehingga setiap personel berkesempatan berkembang berdasarkan kompetensi, prestasi, dan integritas. Penguatan pengawasan internal serta pembentukan budaya hidup sederhana turut didorong untuk meminimalisir pelanggaran.
Integrasi antara pembinaan akhlak, peningkatan profesionalisme, tata kelola SDM yang transparan, dan penebalan personel operasional menjadi langkah Polda Sulbar mempercepat realisasi Quick Wins Presisi. Kekuatan Polri, dalam kerangka ini, tidak hanya diukur dari jumlah personel dan kemampuan penegakan hukum, tetapi juga dari kualitas moral serta manfaat kehadirannya bagi masyarakat.