Bulog Jual 380 Ribu Ton Beras Pecah Rp 11 Ribu per Kg untuk UMKM

Penulis: Xander Situmorang  •  Kamis, 05 November 2026 | 08:46:01 WIB
Perum Bulog menjual 380 ribu ton beras pecah seharga Rp 11 ribu per kilogram untuk kebutuhan bahan baku UMKM.

SULAWESI BARAT — Perum Bulog menjual 380 ribu ton beras pecah dengan harga Rp 11 ribu per kilogram untuk memenuhi bahan baku pelaku UMKM, terutama perajin kue dan produsen bihun rumahan. Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi bidang pangan sebagai upaya memutus ketergantungan pada pasokan impor. Penjualan ini juga menyasar peternak ayam melalui pasokan jagung murah Rp 5.500 per kg.

Palembang, Sumatera Selatan — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan beras pecah yang selama setahun tersimpan di gudang Bulog dilelang dan sudah diputuskan dalam rapat koordinasi. Harga Rp 11 ribu per kg berlaku untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan bahan baku.

Menurut Zulkifli, beras pecah selama ini kurang dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi justru dibutuhkan perajin kue dan produsen bihun rumahan. Dengan pasokan lokal itu, mereka tidak lagi bergantung pada bahan baku impor.

Harga Beras Pecah dan Skema Penyalurannya

Zulkifli memastikan harga jual sudah final dan tidak berubah. Pelaku UMKM yang ingin memperoleh pasokan diminta menghubungi pimpinan wilayah Bulog di daerah masing-masing agar penyaluran lebih terkendali.

"Beras yang satu tahun di Bulog ada 380 ribu ton itu kita lelang. Sudah putus, saya sudah putuskan di rapat menko, dijual dengan harga Rp 11 ribu per kilogram," ujar Zulkifli di Palembang, Rabu (4/11/2026).

Ketersediaan bahan baku dengan harga tetap diharapkan membantu pelaku usaha menjaga biaya produksi. Selama ini, fluktuasi harga bahan baku menjadi salah satu beban utama usaha kecil di sektor makanan olahan.

Jagung Rp 5.500 per Kg untuk Peternak Ayam

Selain beras pecah, pemerintah menyiapkan stok jagung 100 ribu hingga 150 ribu ton yang dikelola Bulog. Jagung itu dijual kepada UMKM peternak ayam pedaging dan petelur dengan harga pokok Rp 5.500 per kg.

Langkah tersebut untuk mengantisipasi kenaikan biaya pakan yang ikut mendorong harga ayam dan telur di pasaran. Zulkifli menyebut kenaikan harga jagung berimbas langsung pada biaya produksi peternak rakyat.

"Karena harga jagungnya naik, harga pakannya naik, maka harga ayam dan telur sedikit naik. Bulog punya 100 ribu-150 ribu ton, sudah kita putuskan dijual harga pokok Rp 5.500 untuk UMKM peternak ayam atau petelur," tuturnya.

Pemerintah berharap penyaluran jagung dengan harga tersebut menjaga stabilitas biaya produksi peternak, sehingga harga ayam dan telur di pasar tidak melonjak.

Stok Beras Nasional 25 Juta Ton

Keputusan Bulog itu berangkat dari kondisi pasokan yang dinilai melimpah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional mencapai 25 juta ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan konsumsi rata-rata 2,5 juta ton per bulan, pasokan tersebut diproyeksikan cukup memenuhi kebutuhan hingga Juli 2027 tanpa impor. Rinciannya, 10 juta ton berupa standing crop di lahan, 10 juta ton di rumah tangga serta sektor horeka, dan 4,5 juta ton di gudang Bulog.

"InsyaAllah stok kita aman sampai bulan Juli. Stok saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah," kata Amran usai rapat koordinasi ketahanan pangan di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Amran menyebut swasembada beras berkelanjutan sudah bertahan dua tahun berturut-turut tanpa impor. Produktivitas lahan tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem berkat program pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan penggunaan benih tahan kering.

Bagi pelaku UMKM, keputusan Bulog memberi kepastian harga bahan baku di tengah ketatnya persaingan usaha makanan olahan. Namun, penyerapan 380 ribu ton beras pecah akan bergantung pada seberapa cepat koordinasi dengan kantor wilayah Bulog berjalan di daerah.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top