Sam Altman Sebut RAM PC Buruk, Elon Musk Balas dengan Meme

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 03 November 2026 | 21:50:01 WIB
CEO OpenAI Sam Altman berbicara dalam sesi wawancara yang membahas alokasi DRAM untuk pusat data AI.

SULAWESI BARAT — CEO OpenAI Sam Altman menyebut penggunaan DRAM di komputer pribadi sangat buruk dan lebih baik dialokasikan ke pusat data AI. Pernyataan itu memicu reaksi CEO SpaceX Elon Musk, yang membalas lewat unggahan meme di X. Kontroversi ini mencuat saat harga modul DRAM dan perangkat komputer sedang melonjak tajam.

Altman menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara di saluran YouTube Cheeky Pint. Menurutnya, alokasi memori untuk perangkat pribadi tidak efisien dibanding kebutuhan pusat data AI yang terus tumbuh.

Alasan Altman Sebut RAM PC Tidak Efisien

Dalam wawancara itu, Altman menilai komputer pribadi hanya terpakai sekitar 5% dari waktu yang tersedia. Sisa waktunya, perangkat tersebut menganggur sementara pasokan DRAM dunia terbatas.

"Dari perspektif alokasi global, sebenarnya sangat buruk jika setiap orang menyimpan sebagian dari pasokan DRAM dunia yang terbatas di komputer mereka sendiri, padahal perangkat tersebut hanya digunakan 5% dari waktu yang tersedia," ujar Altman.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan maksimal baru tercapai di cloud, terutama saat menghadapi lingkungan yang terkendala keterbatasan pasokan. Namun menurutnya, intuisi banyak orang justru berkebalikan dengan logika tersebut.

Respons Elon Musk di X

Musk menanggapi pernyataan Altman melalui akun X miliknya. Ia menegaskan bahwa konsumen berhak atas perangkat keras yang mereka beli sendiri.

"Masyarakat juga berhak mendapatkan RAM mereka!" seru Bos Tesla tersebut.

Sebagai bentuk sindiran, Musk membagikan meme yang merujuk pada sebuah film. Dalam gambar itu, seorang perwira Jerman era Perang Dunia II tampak memburu orang-orang yang menyembunyikan kepingan DRAM.

Kepentingan Bisnis di Balik Kritik

OpenAI menawarkan sejumlah model open-source, tetapi pendapatan perusahaan tetap berasal dari model yang di-hosting di pusat data. Akses ke model tersebut dikenakan biaya kepada pengguna.

Karena itu, Altman dinilai punya kepentingan agar masyarakat tidak memiliki komputer pribadi yang mampu menjalankan model AI secara lokal. Komputasi lokal akan menghilangkan ketergantungan pada alternatif berbasis cloud.

Harga DRAM dan Komputer Melonjak

Pernyataan Altman muncul pada waktu yang kurang tepat. Harga perangkat keras, mulai modul DRAM hingga media penyimpanan, sedang naik tajam di berbagai jenis perangkat.

Pemicunya, produsen chip mengalihkan fasilitas produksi untuk membuat komponen bagi pusat data AI, bukan untuk pengguna biasa. Apple pun menaikkan harga seluruh lini produknya awal tahun ini, termasuk semua model iPhone terbaru.

Lenovo menyatakan pada Juni lalu bahwa mereka tidak memperkirakan harga kembali ke tingkat sebelum 2026 dalam waktu dekat, atau bahkan tidak akan pernah kembali lagi.

Produsen DRAM Samsung dan SK Hynix juga memperingatkan bahwa kelangkaan memori akibat permintaan AI akan berlanjut hingga 2027 dan seterusnya.

Permintaan pusat data AI belum menunjukkan tanda melambat. Kebutuhan komponen pendukungnya akan tetap tinggi, sehingga risiko kenaikan harga dan keterbatasan ketersediaan bagi produk teknologi lain masih membayangi pengguna di Indonesia maupun pasar global.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top