Wahdah Islamiyah Sulbar Soroti Kesiapsiagaan Gempa di Renstra 2026–2031, Minta 6 DPD Perkuat Wahdah Peduli

Penulis: Xander Situmorang  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:31:02 WIB
Wakil Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulbar Ustaz Amiruddin menyampaikan tanggapan pada pleno ke-3 pembahasan Renstra di Muswil IV.

MAMUJU — Wakil Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, Ustaz Amiruddin, menyampaikan hal itu dalam sesi tanggapan pada pleno ke-3 pembahasan Renstra. Menurutnya, arah gerak organisasi lima tahun ke depan harus memuat kesiapan menghadapi bencana, bukan hanya pembinaan kader dan program dakwah.

Amiruddin merujuk informasi pergerakan lempeng di kawasan Palu ke arah selatan, serta aktivitas pergerakan lempeng di wilayah Mamuju dan Mamasa. Dua wilayah terakhir berada di Sulawesi Barat dan selama ini dikenal sebagai kawasan rawan gempa.

Enam DPD Diminta Menata Ulang Wahdah Peduli

Dalam forum persidangan Muswil IV itu, Amiruddin merekomendasikan enam DPD Wahdah Islamiyah di Sulawesi Barat menata kembali dan memperkuat keberadaan Wahdah Peduli. Penguatan tidak cukup sebatas pembentukan struktur organisasi.

Cakupannya meliputi kesiapan relawan, koordinasi antardaerah, pemetaan risiko, serta peningkatan kemampuan memberi pertolongan dan bantuan kemanusiaan. Setiap DPD diharapkan membangun kesiapan sesuai kondisi dan kebutuhan daerahnya masing-masing.

"Jangan Sampai Kita Baru Bergerak Setelah Bencana Terjadi"

Amiruddin menegaskan kesiapsiagaan harus dibangun sejak sekarang, bukan setelah bencana melanda. Ia memakai momentum pembahasan Renstra untuk memastikan kemampuan kebencanaan masuk dalam dokumen perencanaan organisasi.

"Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak sekarang, agar ketika masyarakat membutuhkan, kita sudah siap hadir dan memberikan bantuan," tegas Ust. Amiruddin.

Ia juga menempatkan penguatan Wahdah Peduli sebagai bagian dari cara organisasi berdakwah. Menurutnya, dakwah tidak berhenti pada pendidikan dan pembinaan keislaman, tetapi hadir saat masyarakat menghadapi kesulitan.

"Dakwah bukan hanya tentang mengajak masyarakat kepada kebaikan, tetapi juga tentang menghadirkan kebaikan itu ketika masyarakat sedang membutuhkan pertolongan," jelas Ust. Amir.

Relawan Sigap Dinilai Menentukan Saat Darurat

Dalam situasi darurat, kehadiran relawan yang sigap, terorganisasi, dan mampu bekerja sama membantu meringankan beban warga terdampak. Karena itu, koordinasi antardaerah menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam rekomendasi.

Renstra 2026–2031 sendiri masih dalam tahap pembahasan di forum Muswil IV. Rekomendasi penguatan Wahdah Peduli akan menjadi bagian dari komitmen organisasi di Sulawesi Barat untuk lima tahun ke depan.

Bagi warga di daerah rawan gempa seperti Mamuju dan Mamasa, kesiapan relawan dan pemetaan risiko menentukan kecepatan bantuan sampai ke lokasi. Struktur yang sudah tertata sebelum bencana terjadi memangkas waktu koordinasi yang biasanya tersita di hari-hari pertama darurat.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: kabarsulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top