DKPPKB Sulbar Latih Tenaga Kesehatan 30 Puskesmas di Enam Kabupaten untuk Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Mulut

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:31:01 WIB
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat membuka pelatihan kesehatan gigi dan mulut bagi tenaga kesehatan puskesmas.

MAMUJU — Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim membuka langsung kegiatan pelatihan bagi pengelola program kesehatan gigi dan mulut. Peserta datang dari 30 puskesmas yang tersebar di enam kabupaten. Dukungan SOPHI menempatkan pelatihan ini sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer di daerah.

Materi Pelatihan: Dari Kebijakan Program hingga Praktik Lapangan

Bahan pembelajaran disusun mencakup kebijakan dan manajemen program kesehatan gigi dan mulut, promosi kesehatan berdasarkan siklus kehidupan, serta deteksi dini. Peserta juga menerima materi tindak lanjut hasil pemeriksaan sesuai kompetensi, penggunaan fluorida sesuai indikasi, dan pencatatan serta pelaporan program.

Metode penyampaian tidak hanya pemaparan materi. Panitia menggabungkan diskusi, simulasi, studi kasus, dan praktik lapangan. Pendekatan itu dipilih agar peserta bisa langsung menerapkan pengetahuan dan keterampilan di puskesmas masing-masing.

Mengapa Deteksi Dini Jadi Fokus

Nursyamsi menekankan bahwa penanganan kesehatan gigi dan mulut tidak boleh menunggu keluhan muncul. Menurut dia, deteksi dini menentukan apakah kasus bisa ditangani lebih ringan atau berkembang menjadi kondisi berat.

"Deteksi dini penyakit gigi dan mulut harus menjadi perhatian bersama. Melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, kita berharap permasalahan kesehatan gigi dan mulut dapat ditemukan lebih awal, ditangani secara tepat, dan tidak menunggu sampai kondisinya menjadi lebih parah," kata Nursyamsi.

Penguatan kompetensi tenaga kesehatan diarahkan agar pelayanan tidak berhenti pada pengobatan. Puskesmas didorong menjalankan pencegahan, mengenali faktor risiko, menemukan kasus lebih awal, dan merujuk pasien sesuai kebutuhan.

Enam Kabupaten Jadi Cakupan Sasaran

Pelatihan menyasar tenaga kesehatan dari puskesmas di enam kabupaten Sulawesi Barat. Setiap peserta bertanggung jawab menerapkan hasil pelatihan di fasilitas pelayanan masing-masing. DKPPKB Sulbar berharap program kesehatan gigi dan mulut berjalan terintegrasi di seluruh wilayah kerja.

Dampak yang dibidik bukan hanya kompetensi individu. Dinas menargetkan perbaikan akses dan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat di daerah.

Sejalan dengan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera

DKPPKB Sulbar menempatkan pelatihan ini dalam kerangka visi pembangunan Provinsi Sulawesi Barat, "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera," di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Fokusnya memperkuat pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dinas mendorong pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih promotif, preventif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pelatihan di Hotel Maleo menjadi langkah awal penerapan program di tingkat puskesmas.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: poinsembilan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top