MAMUJU TENGAH — Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat Bau Akram Dai membuka Kejurprov Bulutangkis Sulawesi Barat 2026 mewakili Gubernur Suhardi Duka. Pembukaan berlangsung di Gedung Olahraga Ratu Badminton, Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu (18/10/2026).
Kejuaraan bergulir hingga 21 Oktober 2026. Sekitar 130 peserta ambil bagian, terbagi dalam tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta kategori dewasa nonprestasi.
Panitia mencatat peserta datang dari sejumlah klub dan daerah di Sulawesi Barat. Kategori dewasa nonprestasi dibuka sebagai wadah bagi pemain di luar jalur pembinaan usia dini.
Pembukaan dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat yang juga Ketua PBSI Sulbar, Wakil Ketua KONI Sulbar, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, serta unsur pelatih dan panitia.
Dalam sambutannya, Bau Akram menegaskan kejuaraan provinsi berfungsi sebagai alat ukur kemampuan atlet, bukan sekadar panggung kemenangan. Menurutnya, mental bertanding dan disiplin sama pentingnya dengan teknik.
"Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga sarana mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, serta menumbuhkan sportivitas dan disiplin di kalangan atlet," ujar Bau Akram.
Ia menambahkan, kompetisi yang terarah dan rutin memungkinkan potensi atlet daerah teridentifikasi sejak dini. Dari situ, pembinaan bisa diarahkan untuk persiapan kejuaraan tingkat lebih tinggi.
"Melalui kompetisi yang terarah dan rutin, potensi atlet daerah diharapkan dapat teridentifikasi sejak dini, dikembangkan secara optimal, dan dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan pada tingkat yang lebih tinggi," lanjut Kepala Dispoparekraf.
Bau Akram menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PBSI, KONI, pelatih, dan klub. Ekosistem pembinaan yang rapat dinilai menentukan apakah atlet Sulbar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
"Kejuaraan ini menjadi ruang evaluasi bagi pembinaan yang telah berjalan sekaligus memotivasi generasi muda untuk menekuni bulutangkis secara serius. Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan bersama, Sulawesi Barat diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional," kata Bau Akram.
Ia juga meminta seluruh peserta bertanding dengan sportif, mematuhi peraturan, dan menghormati lawan. Kedisiplinan, kejujuran, dan kerja keras disebutnya sebagai ukuran keberhasilan yang setara dengan perolehan medali.
Pertandingan berlangsung empat hari, 18 hingga 21 Oktober 2026, di GOR Ratu Badminton Mamuju Tengah. Hasil Kejurprov akan menjadi bahan evaluasi Dispoparekraf bersama PBSI dan KONI Sulbar untuk penyusunan program pembinaan berikutnya.