Intel Rilis Akselerator AI D270 dengan Memori 480 GB per Kartu

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:05:01 WIB
Intel resmi memperkenalkan akselerator AI D270 dengan kapasitas memori hingga 480 GB per kartu.

SULAWESI BARAT — Intel resmi memperkenalkan akselerator AI D270 yang mampu menampung memori hingga 480 GB dalam satu kartu ekspansi, jauh melampaui kapasitas VGA konsumen umumnya. Produk yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Crescent Island ini menyasar kebutuhan menjalankan model AI berparameter ratusan miliar. Intel belum mengumumkan harga maupun jadwal ketersediaannya untuk umum.

Intel menambah portofolio perangkat keras pusat data dengan akselerator AI bernama D270. Kartu ini dirancang khusus untuk inferensi dan pelatihan model berukuran besar, segmen yang selama ini didominasi akselerator berbasis memori HBM dari para pesaingnya.

Langkah Intel masuk ke kategori akselerator bermemori jumbo menandai pergeseran strategi. Perusahaan tidak hanya bersaing di sisi kecepatan komputasi, tetapi juga di kapasitas memori yang menjadi penentu apakah sebuah model bisa dimuat dalam satu perangkat atau harus dipecah ke banyak kartu.

Spesifikasi Teknis Intel D270

D270 menggunakan arsitektur Xe3P dan mendukung memori LPDDR5X. Versi referensi yang disiapkan Intel membawa 160 GB, sementara mitra manufaktur diberi ruang mengembangkan varian dengan kapasitas lebih besar hingga 480 GB per kartu.

Dari sisi performa, Intel menargetkan kemampuan komputasi hingga 1,3 petaflops FP8 dengan bandwidth memori 1,5 TB/s. Konsumsi dayanya mencapai 350 watt dan masih mengandalkan pendingin udara, bukan sistem liquid cooling.

Kombinasi angka tersebut menempatkan D270 di kelas menengah-atas untuk pasar akselerator AI, bukan sebagai penantang langsung kartu flagship yang memakai HBM.

Berapa Besar Model AI yang Bisa Dijalankan

Kapasitas memori menjadi pembeda utama. Intel mengklaim satu unit D270 sanggup menangani model dengan sekitar 300 miliar parameter. Jika delapan akselerator ini digabung dalam satu server, kapasitasnya disebut cukup untuk menjalankan model berparameter lebih dari satu triliun.

Angka itu relevan bagi pelaku industri AI di Indonesia yang mulai mengembangkan model bahasa besar sendiri. Kebutuhan memori kerap menjadi penghambat utama karena harga akselerator kelas atas masih mahal dan pasokannya terbatas.

Mengapa Intel Pilih LPDDR5X, Bukan HBM

Keputusan memakai LPDDR5X alih-alih HBM diambil dengan pertimbangan biaya. HBM menawarkan bandwidth lebih tinggi, tetapi harganya jauh lebih mahal dan rantai pasoknya ketat. LPDDR5X memberi kapasitas besar dengan harga lebih terkendali.

Komprominya ada di kecepatan transfer data. Untuk beban kerja yang lebih menekankan kapasitas ketimbang latensi, pilihan ini masuk akal secara ekonomi.

Kapan Tersedia dan Berapa Harganya

Intel belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal ketersediaan D270 untuk umum. Informasi soal mitra manufaktur yang akan memproduksi varian 480 GB juga belum dirinci.

Ketidakpastian jadwal ini wajar untuk produk yang masih dalam tahap pengenalan. Pelaku bisnis digital dan investor startup yang memantau kebutuhan infrastruktur AI sebaiknya menunggu pengumuman resmi sebelum menyusun rencana pengadaan.

Yang jelas, kehadiran D270 memperluas pilihan di pasar akselerator AI yang selama ini didominasi segelintir pemain. Bagi pasar Indonesia, masuknya alternatif dengan kapasitas memori besar bisa menekan biaya operasional model AI dalam jangka menengah, asalkan ketersediaan dan dukungan ekosistem perangkat lunaknya ikut matang.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top