5 Kuliner Legendaris Pontianak yang Wajib Dicoba

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 06:05:31 WIB
Bubur Ikan Ahian menyajikan olahan ikan berkuah yang cocok untuk sarapan maupun makan siang.

SULAWESI BARAT — Pontianak punya kekayaan kuliner hasil perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, dan Dayak yang sulit ditemukan di kota lain. Dari olahan ikan berkuah hingga kopi legendaris sejak 1958, lima tempat makan berikut jadi alasan kuat untuk kembali lagi ke Kota Khatulistiwa.

Kota Khatulistiwa menyimpan beragam sajian yang sudah bertahan puluhan tahun dan masih jadi buruan wisatawan maupun warga lokal. Berikut lima kuliner legendaris yang sayang dilewatkan saat berkunjung ke Pontianak.

1. Bubur Ikan Ahian

Pontianak punya tradisi kuat mengolah ikan dengan cara direbus dan disajikan bersama kuah atau kaldu khas. Bubur Ikan Ahian menyajikan olahan tersebut bersama bubur atau nasi sesuai selera.

Kuah gurih berpadu ikan lembut membuat sajian ini cocok untuk sarapan maupun makan siang. Olahan ikan jadi salah satu kuliner paling dicari di kota ini.

2. Kwecap Veteran

Kwecap lahir dari tradisi masyarakat Tionghoa di Pontianak. Hidangan ini dibuat dari beras yang diolah menyerupai lembaran kwetiau, lalu digulung dan dimasak hingga bertekstur lembut.

Kwecap disajikan dengan pilihan topping seperti irisan daging, daging cincang, hingga iga. Pelengkapnya meliputi kulit tahu, cabai hijau, pare, dan kacang kedelai. Perlu dicatat, Kwecap Veteran ini nonhalal.

3. Nasi Telur Ayong 999

Nasi telur termasuk kuliner sederhana yang justru punya banyak penggemar di Pontianak. Sesuai namanya, hidangan ini terdiri dari nasi putih hangat dan telur ceplok yang disiram minyak berbumbu gurih beraroma ebi.

Meski bahan dasarnya sederhana, perpaduan rasa gurih dan manis membuat nasi telur begitu menggugah selera. Salah satu tempat populer dengan menu ini adalah RM 999 (Ayong).

4. Che Hun Tiau

Wisata kuliner di Pontianak belum lengkap tanpa hidangan penutup yang menyegarkan. Che Hun Tiau menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih dengan isian seperti ce hun atau cendol putih, potongan tepung beras, kacang merah, bongko, dan ketan.

Semua bahan disiram gula merah dan santan, lalu disajikan bersama es serut. Rasanya yang manis, gurih, dan dingin cocok dinikmati di tengah cuaca Pontianak yang panas. Ce hun tiau mudah ditemukan, mulai dari tempat makan legendaris hingga kawasan street food.

5. Warung Kopi Asiang

Warung kopi legendaris yang berdiri sejak 1958 ini jadi tempat banyak wisatawan merasakan langsung budaya ngopi khas Pontianak. Selain racikan kopinya, cara penyajiannya juga jadi ciri khas tersendiri.

Barista menyajikan kopi kepada pelanggan tanpa mengenakan baju. Keunikan tersebut membuat Warung Kopi Asiang mudah dikenali dan menjadikannya salah satu ikon kuliner Kota Khatulistiwa.

Dari makanan berat hingga hidangan penutup dan kopi, lima kuliner tersebut menawarkan pengalaman rasa yang berbeda-beda. Semuanya bisa jadi pijakan awal untuk mengenal Pontianak lewat cita rasanya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: kaltim.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top