SULAWESI BARAT — Tim voli putri Vietnam kalah 0-3 dari Indonesia di Asian Games 2026 setelah bus jemputan panitia datang terlambat sekitar 1 jam 15 menit. Kekalahan 20-25, 21-25, 18-25 membuat Vietnam hanya memperebutkan posisi ketujuh.
Pertandingan di Gymnasium Okazaki Central Park General, Aichi, Jepang, seharusnya bergulir pukul 13.00 waktu setempat. Vietnam baru memulai laga sekitar 30 menit lebih lambat dari jadwal.
Media Vietnam, Bao Xay Dung, melaporkan bus yang seharusnya menjemput tim di hotel pukul 10.10 terlambat sekitar 1 jam 15 menit. Persiapan Vietnam pun berantakan.
Indonesia memanfaatkan situasi itu dengan permainan agresif sejak set pertama. Vietnam tidak mampu mengimbangi tempo dan menyerah dalam tiga set langsung.
Hasil ini mengunci langkah Indonesia ke babak berikutnya, sementara Vietnam turun ke perebutan posisi ketujuh. Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi tim asuhan pelatih asal Korea Selatan itu.
Pada 15 September, bus rombongan Vietnam sempat menurunkan tim di hotel yang salah. Insiden itu sudah mengganggu jadwal latihan mereka sebelum laga melawan Indonesia.
Masalah transportasi juga menimpa media. Sekitar 30 jurnalis menunggu lebih dari 30 menit setelah semifinal voli putri Korea Selatan melawan Jepang, tapi bus yang dijanjikan tak kunjung datang.
Petugas stadion menyebut bus tersesat dalam perjalanan menuju lokasi. Panitia Asian Games 2026 disebut kerap mendatangkan bus dan pengemudi dari luar Prefektur Aichi untuk menutupi kekurangan armada.
Pengemudi yang tidak familiar dengan kondisi geografis setempat menjadi penyebab utama bus tersesat. Kejadian ini menambah daftar panjang persoalan transportasi selama gelaran Asian Games 2026.
Tim basket putra Korea Selatan tidak bisa menjalani latihan pada 20 September karena bus tim tidak datang. Persiapan mereka terganggu jelang pertandingan penting.
Tim sepak bola Korea Selatan juga pernah dibawa ke stadion yang salah sebelum melawan Qatar. Bukannya diantar ke stadion sepak bola, rombongan Korea malah diturunkan di stadion bisbol.
Rangkaian insiden tersebut memicu kritik terhadap penyelenggaraan Asian Games 2026. Media Jepang, Kokokara, mempertanyakan kesiapan negaranya sebagai tuan rumah.
Panitia belum memberikan pernyataan resmi soal keluhan Vietnam. Namun, pola masalah transportasi yang berulang menunjukkan persoalan koordinasi yang serius di balik layar turnamen.