Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamina Patra Niaga Buka Suara

Penulis: Usman Harun  •  Sabtu, 12 September 2026 | 13:34:31 WIB
VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan keterangan terkait harga BBM subsidi di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

SULAWESI BARAT — Kepastian itu disampaikan VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, Sabtu (12/9/2026), di Jakarta. Menurutnya, fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang menjadi parameter pembentuk harga BBM, tetapi untuk BBM subsidi keputusan akhir tetap mengacu pada kebijakan Pemerintah.

Harga BBM Subsidi Ditahan meski Parameter Global Berfluktuasi

Kitty menyebut dua parameter utama yang biasa memengaruhi harga BBM, yakni pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Keduanya terus berubah, tetapi tidak serta-merta diterjemahkan menjadi kenaikan harga di SPBU untuk jenis BBM bersubsidi.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," ujar Kitty.

Pernyataan itu menegaskan posisi Pertamina Patra Niaga sebagai operator penyalur, bukan penentu akhir harga BBM subsidi. Keputusan harga tetap berada di tangan Pemerintah.

BBM Nonsubsidi Tetap Ikut Formula, Bisa Bergerak Kapan Saja

Berbeda dengan BBM subsidi, harga Jenis BBM Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi tetap mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah. Artinya, harga produk seperti Pertamax dan varian nonsubsidi lainnya masih berpotensi berubah mengikuti parameter pasar.

"Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," kata Kitty.

Perbedaan mekanisme ini yang perlu dicermati konsumen saat melihat papan harga di SPBU. Kenaikan pada BBM nonsubsidi belum tentu berlaku untuk BBM subsidi, begitu pula sebaliknya.

Dampak ke Pengguna BBM Bersubsidi

Bagi pengguna BBM bersubsidi, kepastian harga hingga akhir 2026 memberi ruang perencanaan pengeluaran yang lebih stabil. Kelompok ini paling sensitif terhadap perubahan harga energi karena sebagian besar merupakan pengguna kendaraan harian dan pelaku usaha kecil.

Pertamina Patra Niaga juga menegaskan penyaluran BBM tetap berjalan dan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi. Perusahaan menyatakan akan terus menjalankan kebijakan Pemerintah terkait harga maupun penyaluran.

Yang Perlu Dicatat Pengguna BBM Nonsubsidi

Pergerakan harga BBM nonsubsidi tetap perlu dipantau karena mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah. Konsumen yang menggunakan produk JBU disarankan mencermati pengumuman resmi Pertamina sebelum mengisi bahan bakar, terutama saat harga minyak dunia dan nilai tukar bergerak tajam.

Hingga akhir 2026, garis besarnya jelas: harga BBM subsidi tidak naik, sementara harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti formula yang berlaku.

Reporter: Usman Harun
Sumber: ruangenergi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top