MAMUJU — Layar Bioskop XXI Maleo Town Square (Matos) dipadati ratusan penonton, Kamis (10/9/26). Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta duduk berdampingan bersama warga Mamuju, personel Polri, dan Bhayangkari menyaksikan film "Autopsy Dead Body Can Talk".
Film itu mengisahkan perjuangan para ahli forensik mengungkap kebenaran dari tubuh korban yang telah tiada. Ketika saksi mata tidak ada dan kejahatan berusaha bersembunyi, ilmu pengetahuan dan dedikasi menjadi kunci.
Dalam film tersebut, tubuh korban digambarkan sebagai saksi bisu yang justru paling jujur. Setiap detail, setiap luka, dan setiap tanda kecil di tubuh korban "berbicara" untuk menuntaskan keadilan.
Para penonton tampak terpukau sepanjang alur film. Cerita yang menegangkan itu menyadarkan pentingnya ketelitian, kejujuran, dan keberanian dalam menegakkan hukum.
Melalui Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian, Kapolda menyampaikan bahwa kebenaran pasti akan terungkap sekalipun tidak ada yang berani berbicara.
"Bukti fisik, ketelitian dan integritas adalah senjata kita," kata Kapolda dalam pesan yang disampaikan Memo Ardian.
Bagi seluruh personel Polri, film ini menjadi pengingat bahwa di setiap kasus yang ditangani, aparat memegang kepercayaan besar dari masyarakat. Kerja harus akurat, jujur, dan tidak terburu nafsu.
"Karena keadilan tidak boleh dikorbankan oleh waktu atau tekanan," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan membangun kepercayaan masyarakat bahwa Polri bekerja berdasarkan fakta, mengandalkan ilmu, dan berkomitmen pada keadilan yang sesungguhnya.
Momen nobar juga memperlihatkan kepolisian dan warga duduk berdampingan, tertawa bersama, dan merenung bersama. Ikatan antara aparat dan masyarakat pun diperkuat lewat pengalaman menonton yang sama.
"Ketika menonton bersama, belajar bersama dan ketika belajar bersama, kita membangun pemahaman yang sama bahwa keamanan, keadilan dan kebenaran adalah tanggung jawab semua," ujar Kapolda.