SULAWESI BARAT — Naskahnya ditulis Baskoro Adi Wuryanto, sementara kursi produser diisi Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, dan Firdauzi Trizkiyanto. Film ini merupakan hasil kolaborasi Mutiara Films dan Subtube Studio.
Cerita berpusat pada Beni (Pangeran Lantang) yang nekat kembali ke kampung halamannya di Pulau Kladum setelah 13 tahun merantau. Ia tidak pulang sendiri, melainkan memboyong kekasihnya, Gia (Carissa Perusset).
Dalihnya, Beni hendak menjenguk ibu angkatnya, Mama Lin (Dayu Wijanto), yang tengah terbaring sakit keras. Namun kepulangan itu menyimpan agenda terselubung.
Beni terdesak jeratan utang hingga ratusan juta rupiah. Ia berniat mencuri harta tersembunyi milik keluarganya demi melunasi beban finansial tersebut.
Niat buru-buru itu berubah menjadi petaka saat ancaman gaib mulai menghantui pulau. Beni dan warga setempat dihantam teror ilmu hitam dari Aroba (Iwa K), seorang Suanggi yang melancarkan serangan wabah lalat mematikan.
Serangan mistis itu mengancam keselamatan Mama Lin dan penduduk Pulau Kladum. Perlahan, rahasia kelam yang selama ini disembunyikan Beni ikut terbongkar.
Selain Pangeran Lantang, Carissa Perusset, Iwa K, dan Dayu Wijanto, film ini turut dimeriahkan John Yewen, Endhita, Stany Imbiry, Eugenia Yauwalata, Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, hingga mendiang Pace Cello.
Kombinasi nama-nama ini menempatkan Suanggi: Ilmu Kutukan sebagai salah satu rilisan horor yang menargetkan penonton dewasa di paruh kedua tahun ini.
Label D21+ menandakan film ini menyasar penonton dewasa, sejalan dengan tema ilmu hitam dan pengkhianatan yang jadi fondasi ceritanya. Genre horor masih menjadi salah satu penopang utama box office Indonesia, dan Suanggi: Ilmu Kutukan mencoba peruntungan di ceruk yang sama.
Bagi penonton yang menantikan horor bertema mistis lokal, jadwal tayang 10 September bisa dicatat. Informasi harga tiket dan jaringan bioskop yang menayangkan belum disertakan dalam bahan yang tersedia.