MAMUJU — Peringatan HAORNAS 2026 di lingkungan Polda Sulawesi Barat berlangsung dengan pembawa pesan yang tegas dari Wakapolda Sulbar Brigjen Pol Hari Santoso. Ia menggarisbawahi bahwa fisik yang prima bukan sekadar tuntutan profesi, melainkan kebutuhan operasional yang menentukan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Menurut Brigjen Pol Hari Santoso, kondisi medan di Sulawesi Barat yang menantang, terutama saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana alam, menuntut personel memiliki daya tahan tubuh yang mumpuni. Personel yang bugar dinilai mampu bergerak cepat dan mengambil keputusan tepat di lapangan.
Dalam amanatnya, Wakapolda menyampaikan lima pesan utama yang menjadi panduan bagi seluruh personel dalam membangun budaya olahraga. Pesan-pesan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat.
Brigjen Pol Hari Santoso menegaskan bahwa olahraga rutin memiliki dampak langsung terhadap mental personel. Karakter disiplin dan tangguh yang terbentuk dari kebiasaan ini menjadi modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Barat.
“Kebugaran merupakan syarat mutlak bagi personel Bhayangkara untuk melayani dan melindungi masyarakat secara maksimal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fisik yang prima sangat dibutuhkan saat menghadapi situasi darurat di medan yang berat.
Peringatan HAORNAS tahun ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya membutuhkan kesiapan mental dan peralatan, tetapi juga kesiapan fisik setiap personel. Melalui olahraga, diharapkan seluruh jajaran Polda Sulbar mampu menghadirkan pelayanan yang paling tulus bagi warga.