SULAWESI BARAT — Turnamen ini menjadi penanda bergesernya fokus industri telekomunikasi. Aspimtel tak lagi hanya bicara soal menara dan jaringan, tetapi juga merambah ekonomi digital lewat esports. Pertandingan berlangsung di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, dengan format babak penyisihan hingga final.
Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Aryo Pamoragung menyebut industri game telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Berdasarkan data 2025, valuasi industri game di Indonesia mencapai Rp32 triliun.
Proyeksi PwC bahkan menyebut nilai pasar esports Indonesia berpotensi menembus USD2,4 miliar pada 2029. Aryo menegaskan game bukan lagi sekadar permainan, melainkan sektor ekonomi yang serius.
"Industri game itu bukan lagi sekadar permainan sebelah mata, ini adalah industri yang sangat besar, dan bagian dari ekosistem digital," kata Aryo dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Ketua Umum Pengurus Nasional IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto memaparkan ekosistem esports Indonesia saat ini melibatkan sekitar 68 juta gamer aktif. Jumlah itu membuka peluang pekerjaan di luar profesi pemain profesional.
"Esports mendapatkan pengguna 68 juta gamers aktif, ini adalah future work, ini adalah masa depan ekonomi Indonesia," ujar Ibnu.
Industri ini membutuhkan event organizer, manajer tim, wasit, hingga caster. Ibnu mendorong esports menjadi agenda tetap peringatan Hari Bhakti Postel tahun-tahun berikutnya. Ia juga menjanjikan sesi bermain bersama pro player dan Timnas Mobile Legends bagi juara pertama dan kedua turnamen.
Pengurus Aspimtel Indra Gunawan menyebut antusiasme peserta melebihi perkiraan panitia. Menurutnya, minat tinggi ini tak lepas dari hubungan erat antara esports dan infrastruktur telekomunikasi. Tanpa konektivitas memadai, pertandingan game online seperti Mobile Legends tidak mungkin berjalan optimal.
"Tanpa ada konektivitas sudah pasti tidak ada Mobile Legends. Dan kita percaya dengan konektivitas yang bagus akan mendorong juga industri game di Indonesia," kata Indra.
Tim esports PT Telkom Infra Indonesia keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan PT Amron Citinet (ACT) dengan skor 2-0 di partai final. Penghargaan MVP diraih Rivaldi dari Telkom Infra Indonesia.
Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Theodorus Ardi Hartoko mengatakan turnamen ini merupakan kegiatan ketiga setelah seminar dan fun walk. Rangkaian acara masih berlanjut dengan donor darah, mini soccer, dan puncaknya upacara peringatan pada 27 September 2026 di Bandung.
Turnamen ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa kolaborasi infrastruktur telekomunikasi dan industri game bisa berjalan beriringan. Bagi pelaku bisnis digital, sinyal ini menegaskan bahwa esports bukan sekadar hiburan, melainkan sektor yang layak masuk peta investasi ekonomi digital Indonesia.