DKPPKB Sulbar dan RRI Mamuju Teken MoU Penyiaran, Edukasi Kesehatan Bakal Lebih Dekat ke Masyarakat

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Selasa, 08 September 2026 | 11:01:02 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman antara DKPPKB Sulbar dan LPP RRI Mamuju berlangsung di Mamuju.

MAMUJU — DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dan LPP RRI Mamuju sepakat memperkuat sinergi di bidang penyiaran untuk memperluas akses informasi kesehatan. Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi R. Hamsah dan Kepala LPP RRI Mamuju Rina Irfantini.

Kerja sama ini diharapkan menjadikan RRI sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan materi edukasi kesehatan dengan kemasan yang informatif, sederhana, dan mudah dipahami.

Jangkauan Materi Edukasi yang Akan Disiarkan

Materi yang bakal disampaikan melalui siaran RRI Mamuju mencakup berbagai isu kesehatan prioritas. Mulai dari pencegahan penyakit, pola hidup bersih dan sehat, kesehatan ibu dan anak, gizi, kesehatan lingkungan, hingga kesehatan jiwa.

Program keluarga berencana dan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan juga akan menjadi bagian dari konten edukasi yang disiarkan secara rutin.

Menjawab Kebutuhan Informasi Masyarakat yang Terus Berubah

Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi R. Hamsah menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Masyarakat membutuhkan informasi yang benar agar mampu mengambil keputusan tepat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Edukasi kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan pesan-pesan kesehatan,” ujar Nursyamsi.

Ia menambahkan, penguatan komunikasi publik perlu menyesuaikan dengan perkembangan pola konsumsi informasi masyarakat. Sinergi ini diharapkan menjadi program komunikasi kesehatan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni penandatanganan MoU.

Ruang Dialog Tenaga Kesehatan dan Masyarakat

Melalui kerja sama ini, RRI juga dapat menjadi ruang dialog yang mempertemukan tenaga kesehatan, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan membuat komunikasi kesehatan tidak berjalan satu arah.

Masyarakat bisa turut merespons kebutuhan dan persoalan kesehatan yang mereka hadapi sehari-hari.

Mendukung Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera

Langkah ini sekaligus mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari visi tersebut.

Masyarakat yang sehat dan memiliki literasi kesehatan yang baik merupakan modal penting pembangunan daerah. Gerakan promotif dan preventif diharapkan semakin kuat dengan pesan-pesan sederhana yang disampaikan secara rutin, seperti pentingnya pemeriksaan berkala, pemenuhan gizi seimbang, imunisasi, dan pencegahan penyakit menular.

Dengan akses informasi yang semakin luas, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top