Penajam Tambah SPBU BUMD untuk Perluas Distribusi BBM Subsidi, Ini Lokasinya

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 08 September 2026 | 06:04:31 WIB
Bupati Penajam Paser Utara meninjau lahan pembangunan SPBU BUMD di kawasan Korpri, Penajam, Senin (7/9/2025).

SULAWESI BARAT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara bergerak menambah titik layanan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini diambil untuk memastikan kuota BBM subsidi tepat sasaran dan menekan praktik pengetapan yang merugikan masyarakat.

Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor mengatakan, penambahan SPBU ini akan dikelola langsung oleh Perumda Benuo Taka, badan usaha milik daerah (BUMD). "Pemerintah kabupaten ingin kuota BBM subsidi tersalurkan tepat sasaran. Distribusi BBM subsidi harus terkendali dan praktik pengetapan BBM yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat ditekan," katanya di Penajam, Senin (7/9).

Lokasi SPBU Baru dan Skema Pengelolaan

Lahan yang disiapkan berada di kawasan Korpri, Jalan Gerbang Madani Kilometer 9, Nipah-Nipah, Penajam. Lokasi ini dipilih karena memanfaatkan aset tanah milik Perumda Benuo Taka dan memiliki area jalan yang luas sehingga antrean kendaraan tidak mengganggu arus lalu lintas umum.

Skema pembangunan menggunakan modal BUMD tanpa melibatkan pihak ketiga. Dengan begitu, pengelolaan dan pengawasan distribusi BBM subsidi sepenuhnya berada di tangan perusahaan daerah. Keuntungan dari operasional SPBU diharapkan turut menjadi sumber pendapatan asli daerah.

Perumda Benuo Taka telah diarahkan untuk berkonsultasi dan mempelajari sistem bisnis serta operasional SPBU sebelum realisasi pembangunan dimulai.

Akses BBM untuk Sektor Produktif

Keberadaan SPBU tambahan ini menyasar kebutuhan BBM subsidi untuk kegiatan produktif masyarakat. Sektor transportasi, pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi prioritas utama yang selama ini kerap kesulitan mendapat pasokan BBM bersubsidi.

Saat ini, tujuh SPBU yang tersebar di Penajam Paser Utara dinilai belum sepenuhnya menjangkau masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari titik pengisian. Keterbatasan ini menjadi dasar pertimbangan Pemkab untuk segera merealisasikan penambahan SPBU BUMD.

Respons Pertamina Patra Niaga

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyambut baik rencana penambahan titik layanan ini. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menegaskan, setiap rencana penambahan titik layanan tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Kami siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. Setiap rencana penambahan titik layanan tetap perlu memenuhi ketentuan yang berlaku, baik dari sisi lokasi maupun persyaratan teknis lainnya," ujarnya.

Pertamina menilai penambahan SPBU dapat memperluas akses masyarakat terhadap BBM sekaligus mendukung kelancaran pelayanan di daerah tersebut. Namun, aspek teknis dan kepatuhan regulasi menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Belum ada kepastian jadwal pembangunan dan operasional SPBU baru tersebut. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kanal resmi Pemkab Penajam Paser Utara dan Perumda Benuo Taka.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top