SULAWESI BARAT — Empat kemenangan beruntun diraih Barcelona di awal musim Liga Spanyol 2026/2027. Koleksi 12 poin penuh membuat mereka nyaman memimpin klasemen, dengan produktivitas 17 gol yang belum tertandingi tim lain.
Angka itu terasa istimewa mengingat skuad asuhan Hansi Flick kehilangan tiga penyerang sekaligus di bursa transfer. Robert Lewandowski hijrah ke Chicago Fire, Ferran Torres pindah ke Paris Saint-Germain, dan Marcus Rashford kembali ke Manchester United.
Alih-alih melemah, distribusi gol Barcelona justru menyebar. Raphinha, yang diplot sebagai penyerang tengah, sudah mengoleksi enam gol. Lamine Yamal dan Fermin Lopez masing-masing mencetak empat gol, sementara Karim Adeyemi menyumbang satu gol dan satu assist.
Pedri menilai kekhawatiran akan mandulnya tim terlalu berlebihan. Gelandang berusia 23 tahun itu menegaskan ancaman kini datang dari berbagai lini.
"Orang-orang selalu menginginkan striker yang mencetak 40 gol dalam semusim, tetapi kami memiliki banyak pemain yang mampu melakukan tugas itu," ujar Pedri kepada Movistar usai laga, seperti dikutip ESPN.
"Kami memiliki banyak pemain yang akan berada di posisi untuk mencetak gol—ada Raphinha, Lamine, Gordon, Gabriel Jesus, Adeyemi... Kami tidak akan kekurangan gol musim ini," tegasnya.
Barcelona sejatinya sempat membidik Julian Alvarez sebagai pengganti Lewandowski. Namun pemain Argentina itu memilih bertahan di Atletico Madrid.
Dari tiga rekrutan anyar di lini depan—Gabriel Jesus, Anthony Gordon, dan Adeyemi—hanya Jesus yang berposisi utama sebagai nomor 9. Sisanya lebih sering beroperasi dari sisi sayap.
Keputusan mempertahankan Raphinha sebagai ujung tombak pun terbukti tepat. Pemain Brasil itu tampil impresif sejak laga pembuka dan menjadi katalis serangan Barcelona.
Catatan 17 gol dari empat laga tetap perlu diuji melawan tim papan atas. Lawan yang dihadapi Barcelona sejauh ini mayoritas berasal dari papan tengah dan bawah.
Pekan depan, Barcelona dijadwalkan menjamu Athletic Bilbao di Spotify Camp Nou. Laga itu akan menjadi indikator awal seberapa matang rotasi lini depan anyar mereka menghadapi pertahanan yang lebih terorganisir.