Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulbar Resmi Beroperasi di Mamuju, 450 Siswa Jalani Pendidikan Berasrama

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 07 September 2026 | 14:16:02 WIB
siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Barat memulai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks berasrama Mamuju, Senin (7/9/2026).

MAMUJU — Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Barat mulai beroperasi penuh di Mamuju dengan menampung 450 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Para siswa kini menjalani hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks sekolah berasrama yang terletak di Kabupaten Mamuju, Senin (7/9/2026).

Jumlah tersebut terdiri dari 180 siswa rintisan dan 270 siswa baru yang akan tinggal dan belajar di asrama sekolah. Kehadiran sekolah ini menambah daftar satuan pendidikan berasrama di Sulbar setelah sebelumnya Sekolah Rakyat juga berdiri di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Fasilitas Penunjang Utama Disebut Sudah Siap Meski Fisik Belum Rampung

Kepala daerah diwakili Sekda Sulbar Junda Maulana memastikan kesiapan operasional sekolah meskipun pengerjaan fisik bangunan belum sepenuhnya tuntas. Asrama, ruang kelas, dan mobiler sekolah dinilai sudah sangat mencukupi untuk mendukung proses belajar-mengajar.

“Pertama wajib kita semuanya bersyukur bahwa Sekolah Rakyat itu ada di Sulbar, ada di Mamuju satu, ada di Polewali Mandar satu,” kata Junda di lokasi kegiatan.

Junda menjelaskan, kebutuhan makan siswa sebanyak tiga kali sehari untuk sementara dialihkan melalui layanan katering. Langkah ini diambil untuk menyiasati fasilitas dapur yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.

Target Kapasitas Capai Lebih dari 1.000 Siswa

Setelah seluruh pembangunan fisik selesai, kapasitas Sekolah Rakyat diproyeksikan melonjak signifikan. Sekolah menargetkan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa dari tiga tingkatan angkatan.

Dalam arahannya, Junda menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik di lingkungan asrama. Ia mengingatkan agar fasilitas yang nyaman tidak membuat para siswa menjadi pribadi yang manja atau malas.

“Saya berharap anak-anak bersekolah di sini tetap dikembangkan karakternya sebagai orang yang rajin. Jangan juga masuk di sini kemudian menjadi malas karena dilayani semuanya,” tegas Junda.

Kurikulum Nasional Dikombinasikan dengan Pembiasaan Ibadah dan Disiplin

Sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat tetap mengacu pada kurikulum nasional yang berlaku. Namun, penerapan sistem boarding school memungkinkan adanya penguatan materi khusus yang tidak didapat di sekolah reguler.

Penguatan tersebut berfokus pada penanaman kedisiplinan harian, pembiasaan ibadah rutin, serta pembentukan akhlak dan budi pekerti. Junda menginstruksikan para pengajar untuk tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menggembleng karakter dan mengenali potensi bakat setiap siswa.

“Kita butuhkan anak-anak generasi emas yang intelektualnya bagus, akhlaknya mulia. Guru jangan hanya hebat mengajar, tapi mendidik, menyayangi anak-anak semuanya seperti anak-anaknya sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: sulbaronline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top