MAMASA — Tiga warga di Kecamatan Sumarorong dipastikan mengalami kerugian materiil setelah kebun mereka yang ditanami alpukat, durian, dan nanas ikut hangus dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun upaya pemadaman sempat terkendala medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan panjang selang pemadam.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA saat melintas di bahu Jalan Poros Polewali–Mamasa. Api awalnya berhasil dikendalikan pada pukul 04.00 WITA, tetapi sisa bara yang masih menyala kembali memicu titik api baru setelah ditiup angin kencang.
Laporan warga masuk kembali sekitar pukul 11.10 WITA ketika api mulai membesar dan merambat ke area lain. Damkar Sumarorong yang langsung bergerak ke lokasi kemudian diperkuat oleh personel Polsek Sumarorong dan Koramil Sumarorong.
Bantuan satu unit mobil Damkar Polres Mamasa tiba pada pukul 13.30 WITA, disusul tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa yang ikut bergabung dalam operasi pemadaman. Kerja sama lintas instansi ini akhirnya membuahkan hasil, dengan api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WITA.
Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio menjelaskan bahwa kondisi cuaca panas yang membuat semak belukar mengering, ditambah hembusan angin kencang, menjadi faktor utama yang menyebabkan api cepat meluas. Medan yang sulit dijangkau juga sempat memperlambat proses pemadaman.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian manusia, termasuk kemungkinan pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan atau aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah musim kemarau. Ia menegaskan bahwa membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar adalah tindakan berbahaya karena api dapat meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Hindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan," ujar AKBP Ariantony.
Kapolres menambahkan bahwa upaya pencegahan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan menjadi langkah penting dalam melindungi lingkungan, kawasan hutan, serta kebun dan permukiman warga dari ancaman kebakaran.
"Kami berharap masyarakat semakin peduli dan meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya.