MAKASSAR — Warga Makassar dan sekitarnya akan menghadapi pemadaman listrik bergilir selama 1-4 jam per sesi akibat pemeliharaan infrastruktur kelistrikan yang tengah berjalan. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengerahkan lebih dari 230 teknisi untuk mempercepat pekerjaan di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Pemeliharaan ini digenjot demi menjaga keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang.
Proses pemeliharaan yang dilakukan pada sejumlah fasilitas sistem kelistrikan Sulbagsel menyebabkan pengurangan daya mampu pasok. PLN pun melakukan pengaturan beban secara bergilir di Makassar dan sekitarnya agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga, sekaligus mempertahankan kestabilan sistem.
Pengaturan beban berlangsung bertahap dan tidak membuat seluruh wilayah padam secara bersamaan. Durasi pemadaman diperkirakan satu sampai empat jam pada setiap sesi, namun waktu pelaksanaannya bisa menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
Tujuan utama pemeliharaan ini adalah mengoptimalkan performa dan keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang. General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan proses pemeliharaan tengah berlangsung dan petugas telah disiagakan untuk mengejar target penyelesaian.
"Saat ini lebih dari 230 teknisi sudah dikerahkan untuk percepatan proses pemeliharaan. Mari kita berdoa bersama agar dipermudah prosesnya sehingga dapat selesai sesuai dengan jadwal," ujar Edyansyah.
PLN meminta warga memantau informasi terbaru mengenai wilayah terdampak melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi seperti WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah. Masyarakat juga diimbau mengatur penggunaan peralatan listrik dan menyiapkan sumber listrik cadangan untuk kebutuhan yang bersifat penting.
Edyansyah memastikan petugas teknis bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses pemeliharaan berlangsung.
"Petugas teknis PLN terus bekerja secara maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, namun langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan," jelasnya.
PLN berharap warga memberikan dukungan dan pengertian selama masa pemeliharaan. Perusahaan menargetkan seluruh pekerjaan dapat tuntas sesuai jadwal sehingga pasokan listrik di wilayah Sulbagsel segera kembali normal.