DKPPKB Sulbar Integrasikan Promkes dan Layanan Medis untuk Kejar Target Imunisasi Lengkap, Ini 5 Pilar Strateginya

Penulis: Yanto Prasetya  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:20:01 WIB
Rapat koordinasi kolaborasi program imunisasi dan promosi kesehatan digelar di Aula Andi Depu, Mamuju, Rabu (26/8/2026).

MAMUJU — DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat resmi mengorkestrasi ulang strategi percepatan imunisasi dengan menggabungkan kekuatan layanan medis dan promosi kesehatan. Langkah ini diambil menyusul kebutuhan untuk mengejar target imunisasi lengkap yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, sekaligus menangkal disinformasi yang tumbuh di akar rumput.

Rapat koordinasi bertajuk "Kolaborasi Program Imunisasi dan Promosi Kesehatan" itu difasilitasi di Aula Andi Depu, Rabu (26/8/2026). Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi untuk memastikan setiap anak di Sulbar terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

"Imunisasi lengkap adalah investasi paling mendasar bagi generasi Sulbar. Namun, capaian ini tidak bisa hanya mengandalkan layanan kesehatan di hilir, melainkan harus didukung komunikasi, edukasi, dan penggerakan masyarakat yang terarah," ujarnya.

Pergeseran Paradigma dan 5 Pilar Strategis

Dalam kerangka kerja baru ini, posisi Promkes tidak lagi sekadar pelengkap. dr. Nursyamsi menjelaskan, unit tersebut kini berperan sebagai katalisator yang bertugas menerjemahkan data teknis imunisasi menjadi bahasa yang mudah dicerna masyarakat luas.

Kerja sama ini dijalankan lewat lima pilar utama. Dimulai dari penetapan pesan teknis, penentuan kelompok sasaran prioritas, penyederhanaan bahasa oleh Promkes, produksi media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), hingga pemantauan efektivitas komunikasi secara berkala.

Pendekatan "1 Pesan, Banyak Media, Banyak Penggerak"

Untuk memastikan pesan sampai ke seluruh lapisan, DKPPKB Sulbar mengadopsi pendekatan multikanal. Informasi soal pentingnya imunisasi tidak hanya disebar lewat spanduk dan leaflet, tetapi juga digencarkan melalui WhatsApp Blast, Instagram, hingga TikTok.

Gerakan ini melibatkan banyak elemen, mulai dari kader Posyandu, PKK, tokoh agama, sekolah, hingga komunitas lokal. Pesan komunikasi dirancang spesifik berdasarkan segmentasi sasaran—ibu balita, ayah, remaja, sampai tokoh masyarakat—dengan alur penyampaian berkelanjutan sebelum, saat, dan setelah layanan imunisasi diberikan.

Menangkal Hoaks dan Menyeragamkan Kampanye

Sorotan utama pertemuan ini adalah maraknya hoaks seputar imunisasi. Sebagai solusi, DKPPKB Sulbar akan memperkuat klarifikasi mitos dan fakta di tengah masyarakat, sekaligus menjadikan Posyandu Ramah Imunisasi sebagai simpul layanan dan informasi terpercaya.

Di tingkat operasional, seluruh kabupaten/kota se-Sulbar akan bergerak dengan prinsip "1 Data, 1 Pesan, 1 Kalender, 1 Media Kit". Hal ini untuk memastikan kampanye berjalan konsisten dan seragam, sehingga tidak ada tumpang tindih informasi di lapangan.

dr. Nursyamsi menekankan bahwa keberhasilan program ini diukur dari dampak nyata, bukan sekadar output kegiatan. Target utamanya adalah penurunan angka anak tanpa imunisasi sesuai standar nasional.

Sebagai tindak lanjut, para peserta menyepakati agenda kerja konkret. Beberapa di antaranya adalah penetapan pesan kunci, penyusunan kalender komunikasi, serta penentuan lokasi pilot project di sejumlah Puskesmas beserta format evaluasinya. (Adv/Rls)

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top