Data Google 2025: Emoji Menangis Keras Jadi yang Terpopuler di Dunia

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 17:05:01 WIB
Emoji ???? tercatat sebagai simbol yang paling banyak digunakan secara global sepanjang 2025 berdasarkan data Google.

SULAWESI BARAT — Google merilis data terbaru yang menunjukkan emoji ???? (menangis keras) menjadi yang paling banyak digunakan di dunia sepanjang 2025. Data tersebut diambil dari sampel anonim sebanyak 665 juta emoji yang dikumpulkan melalui Gboard, papan ketik bawaan sebagian besar perangkat Android.

Posisi ini mengejutkan karena berhasil melompati ???? (tertawa berguling-guling) dan ???? (air mata kebahagiaan) yang selama ini mendominasi percakapan digital. Dari total lebih dari 3.600 emoji yang tersedia, ???? kini menjadi pilihan utama pengguna global.

Makna Baru di Balik Emoji Menangis

Berbeda dengan fungsinya yang harfiah, emoji ???? justru paling sering digunakan untuk mengekspresikan humor dan emosi yang kuat, bukan hanya tangisan. Sifatnya yang serbaguna membuat emoji ini relevan di berbagai konteks percakapan, dari obrolan santai hingga momen emosional.

Menariknya, tren ini tidak terjadi secara seragam di semua generasi. Laporan New York Times yang menganalisis unggahan Reddit dan melibatkan para ahli bahasa menemukan bahwa anak muda mulai meninggalkan beberapa emoji yang dianggap terlalu sering digunakan.

Pergeseran Preferensi Antar Generasi

Sali A. Tagliamonte, profesor linguistik dari University of Toronto, mengatakan bahwa remaja, khususnya gadis remaja, selalu berada di garis depan perubahan linguistik. Mereka cenderung menciptakan makna baru untuk emoji yang sudah ada dan menggantinya dengan pilihan yang terasa lebih relevan.

Beberapa perubahan signifikan terlihat dari data Google. Emoji jempol (????) semakin ditinggalkan, sementara penggunaan emoji tangan terlipat (????) justru meningkat. Remaja juga lebih memilih emoji api (????) dibandingkan emoji 100% (????) yang kerap dipakai generasi lebih tua.

Emoji Moai: Fenomena Baru dari Patung Batu

Fenomena paling menarik datang dari emoji moai (????), patung batu abu-abu yang awalnya tidak dirancang untuk mengekspresikan emosi. Emoji ini kini populer di kalangan Gen Alpha dan Gen Z sebagai reaksi datar untuk menunjukkan wajah tanpa ekspresi atau respons sarkastis.

Popularitasnya tumbuh dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Google, emoji moai melonjak dari peringkat ke-482 pada tahun 2021 menjadi peringkat ke-33 pada 2025, menjadikannya salah satu emoji dengan pertumbuhan tercepat.

Emosi yang Sama, Ekspresi Berbeda

Setiap generasi menggunakan emoji untuk mengekspresikan perasaan yang sama, tapi dengan pilihan yang berbeda. Bunga atau mawar merah yang layu (????), misalnya, semakin banyak digunakan remaja untuk menunjukkan kesedihan, patah hati, atau kelelahan emosional—peran yang sebelumnya dipegang oleh emoji patah hati (????).

Tren ini menunjukkan bahwa emoji bukan sekadar simbol statis, melainkan bahasa hidup yang terus berevolusi. Begitu generasi yang lebih tua mulai sering menggunakan suatu emoji baru, pengguna yang lebih muda sering kali berhenti menggunakannya dan beralih ke hal lain.

Bagi pelaku bisnis digital dan pengelola media sosial di Indonesia, memahami tren ini penting untuk menyusun strategi komunikasi yang relevan dengan audiens muda. Penggunaan emoji yang tepat dapat meningkatkan engagement, terutama saat menargetkan pengguna Gen Z dan Gen Alpha yang kini mendominasi platform digital.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top