MAMUJU — Program dialog yang dipandu host Megapika ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Mafindo Sulawesi Barat Dedy Aswan dan Nur Ainung yang akrab disapa Nunung. Kegiatan bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dan aman dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital.
Nur Ainung menyebut maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di platform digital menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menekankan peran masyarakat sebagai garda terdepan untuk memutus mata rantai informasi palsu.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama di Kabupaten Mamuju Tengah, untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya," ujarnya, Senin (24/8/2026).
Nunung meminta warga membiasakan diri melakukan cek dan ricek sebelum membagikan informasi. Verifikasi bisa dilakukan melalui mesin pencarian atau membandingkan dengan situs resmi pemerintah.
"Jika kita ragu, lebih baik diam dan tidak membagikannya," lanjutnya.
Ia menambahkan, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga menyangkut etika dan tanggung jawab sosial. Pengguna media sosial diminta mampu menyaring informasi yang edukatif, konstruktif, dan berpotensi memecah belah.
Nur Ainung juga mengingatkan bahaya membagikan data pribadi secara sembarangan di platform digital. Hal itu berisiko menjadikan warga korban kejahatan siber.
"Jangan sampai kita menjadi korban sekaligus pelaku penyebaran hoaks hanya karena ketidaktelitian. Lindungi diri kita dan keluarga dengan tidak membagikan data pribadi secara sembarangan di platform digital," harapnya.
Masyarakat yang ingin menyaksikan kembali dialog ini dapat mengakses siaran ulang melalui RRI Digital pada frekuensi 96 FM, 97.6 FM, dan 100.2 FM. Tersedia pula kanal Facebook dan YouTube resmi RRI Mamuju serta situs rri.co.id.