Kelompok Perempuan Maju Jaya di Desa Rio Mukti Kembangkan Pekarangan untuk Kemandirian Pangan Keluarga

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:57:01 WIB
Anggota Kelompok Perempuan Maju Jaya merawat bibit tanaman di pekarangan Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Pasangkayu.

PASANGKAYU — Pagi di Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, menjadi rutinitas baru bagi Nengah Wantri dan anggota Kelompok Perempuan (KP) Maju Jaya. Di lahan sederhana samping rumah, mereka menyiapkan dan merawat bibit tanaman yang kelak dibagikan ke masing-masing anggota untuk ditanam di pekarangan. Kegiatan ini berjalan beriringan dengan pengembangan peternakan babi yang telah mereka rintis sebelumnya.

Bagi Nengah, aktivitas menanam ini bukan sekadar mengisi waktu. Ada harapan besar agar lahan di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan menekan pengeluaran harian. "Kami bersama seluruh anggota berkomitmen untuk menjaga dan terus mengembangkan program ini agar ke depan hasilnya semakin baik dan manfaatnya semakin besar bagi keluarga anggota kelompok," ujarnya.

Perkembangan program ini tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan PT Mamuang. Manajemen perusahaan melihat langsung proses pembibitan dan pemeliharaan ternak yang dikelola kelompok dalam kegiatan monitoring terbaru. Pendampingan itu menjadi ruang diskusi bagi para perempuan untuk terus mengembangkan kapasitas mereka.

Bantuan yang Bertransformasi Menjadi Kemandirian

Susila Darmawati dari manajemen PT Mamuang menilai keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari besarnya bantuan yang diberikan. Justru terletak pada kemampuan masyarakat mengelola dan menciptakan manfaat baru dari program yang ada. "Kami mengapresiasi semangat ibu-ibu Kelompok Maju Jaya yang telah menjalankan program ini dengan baik. Kami melihat ada keinginan untuk terus berkembang, baik melalui peternakan maupun pemanfaatan pekarangan," tuturnya.

Lahan pekarangan yang sebelumnya kurang optimal kini mulai dipandang sebagai aset berharga. Di tangan para perempuan ini, kegiatan sederhana seperti menyemai dan menanam bibit menjadi langkah awal membangun kemandirian ekonomi. Ketika kebutuhan dapur bisa dipenuhi dari halaman sendiri, beban belanja harian keluarga otomatis berkurang.

Dari Kandang ke Pekarangan, Mengapa Perlu Diversifikasi?

Perjalanan KP Maju Jaya tidak berhenti pada budidaya ternak. Riky Agusrinaldy, manajemen PT Mamuang, menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar kelompok tidak bergantung pada satu sektor saja. "Program yang sebelumnya dimulai dari kegiatan peternakan kini terus berkembang. Harapan kami, kelompok dapat menjaga semangat kebersamaan dan terus meningkatkan kapasitasnya agar manfaat program semakin besar," jelasnya.

Diversifikasi usaha ini menjadi jawaban atas kebutuhan anggota yang beragam. Sebagian anggota mungkin lebih mudah mengelola tanaman daripada ternak, atau ingin memiliki sumber pendapatan tambahan di luar peternakan. Dengan dua program berjalan bersamaan, risiko kegagalan pun bisa disebar.

Model pemberdayaan seperti ini menunjukkan bahwa program bantuan akan lebih berkelanjutan jika masyarakat diberi ruang mengembangkan sesuai kebutuhan lokal. Di Rio Mukti, para perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi pengelola program yang aktif mencari celah pengembangan.

Reporter: Usman Harun
Sumber: bukapesan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top