SULAWESI BARAT — Peluncuran MoLiNas itu berlangsung di tengah kunjungan langsung Presiden ke lantai pabrik. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara meninjau proses perakitan dan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh, serta menandatangani plakat produksi yang telah mencapai 20 ribu unit.
Kehadiran Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M Tonny Harjono turut mewarnai acara tersebut. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, kehadiran Kasau menegaskan dukungan TNI AU terhadap penguatan industri pertahanan dan kemandirian teknologi dalam negeri.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pengembangan motor listrik nasional bukan sekadar peluncuran produk komersial. Ia menekankan bahwa inisiatif ini merupakan hasil sinergi nyata antara sektor swasta, BUMN, wiraswasta, akademisi, dan para pakar riset.
“Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian bangsa di bidang sains dan teknologi,” kata Kadispenau dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/26) di Jakarta.
Apresiasi khusus diberikan Presiden kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mendukung pengembangan teknologi dan industri nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Keterlibatan unsur TNI dalam acara peluncuran ini memiliki makna lebih dari sekadar seremonial. Dukungan TNI AU terhadap penguatan industri nasional dinilai penting, terutama dalam konteks ketahanan energi yang menjadi salah satu pilar pertahanan negara.
“Kehadiran Kasau menegaskan dukungan TNI Angkatan Udara terhadap penguatan industri nasional, kemandirian teknologi, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik,” ujar I Nyoman Suadnyana.
Fasilitas produksi ALVA yang berlokasi di Cikarang menjadi titik sentral pengembangan motor listrik nasional. Dengan kapasitas produksi yang telah mencapai puluhan ribu unit, pabrik ini menjadi salah satu bukti nyata kesiapan industri manufaktur dalam negeri.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga penguasaan teknologi baterai dan komponen kendaraan listrik lainnya di masa mendatang.