SULAWESI BARAT — Fitbit memperluas lini wearable-nya dengan merilis Fitbit Air, sebuah fitness tracker tanpa layar yang dirancang untuk pengguna yang menginginkan pemantauan kesehatan secara pasif. Perangkat ini mengusung pendekatan minimalis: tidak ada getaran notifikasi, tidak ada tampilan jam — hanya sensor dan data.
Dengan bobot hanya 12 gram, Fitbit Air diklaim nyaman dipakai sepanjang hari, termasuk saat tidur. Dalam pengujian, perangkat ini terasa lebih ringan dibanding Whoop 5.0 maupun Garmin Cirqa. Bentuknya yang tipis membuatnya hampir tidak terasa di pergelangan tangan — cocok untuk pengguna yang sebelumnya memakai jam tangan konvensional dan ingin menambahkan tracker tanpa harus mengganti aksesori utama mereka.
Fitur utama yang membedakan Fitbit Air dari kompetitor adalah Google Health Coach, asisten AI berbasis Gemini. Alih-alih sekadar menampilkan data mentah, AI ini memberikan analisis kontekstual dan saran yang personal. Dalam salah satu sesi pengujian, setelah latihan interval berat di fase luteal siklus menstruasi, Health Coach menyarankan: “Latihanmu solid, Jane. Karena kamu sedang dalam fase luteal, tubuhmu bekerja lebih keras dari biasanya. Suhu inti tubuh lebih tinggi, dan tubuh cenderung membakar lemak dibanding glikogen — itu sebabnya latihan intensitas tinggi terasa lebih menguras.”
Analisis semacam ini, menurut penguji, setara dengan masukan pelatih lari pribadi. Namun, fitur ini hanya bisa diakses dengan langganan US$ 10 per bulan (sekitar Rp 165 ribu). Meski lebih murah dibanding menyewa pelatih, biaya ini tetap menjadi pertimbangan bagi pengguna dengan anggaran terbatas.
Bagi atlet serius, Garmin Cirqa atau Whoop 5.0 mungkin masih menjadi pilihan utama karena metrik kesiapan latihan yang lebih dalam. Namun untuk pengguna umum — yang ingin memahami pola tidur, tingkat stres, dan pemulihan tanpa tenggelam dalam data — Fitbit Air dinilai lebih dari cukup. Keunggulannya ada pada kemampuan menerjemahkan angka menjadi tindakan nyata. “Percuma mengumpulkan data berbulan-bulan kalau tidak dipakai untuk berubah,” tulis pengulas.
Harga perangkat Fitbit Air belum diumumkan secara resmi, namun model langganan AI Health Coach dipatok US$ 10 per bulan. Tidak seperti Oura Ring 5 yang membutuhkan biaya berlangganan untuk fitur premium, Fitbit Air bisa digunakan tanpa langganan — meski fitur AI coaching-nya tidak akan aktif. Belum ada informasi mengenai ketersediaan di Indonesia.
Fitbit Air adalah pilihan ideal bagi pengguna yang ingin melacak kesehatan tanpa gangguan digital. Bukan untuk atlet yang butuh metrik performa mentah, melainkan untuk mereka yang ingin data yang mudah dicerna dan saran yang aplikatif. Jika Anda termasuk tipe yang sudah memiliki jam tangan mekanik dan hanya butuh pelacak kesehatan yang “hilang” di pergelangan, Fitbit Air layak masuk daftar pertimbangan.