MAMUJU — BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat tidak sekadar mengumpulkan ASN untuk sosialisasi. Lewat kegiatan yang digelar Rabu (22/7/2026), mereka menghadirkan coaching clinic khusus bagi pejabat fungsional dari berbagai perangkat daerah.
Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, menegaskan bahwa kesamaan persepsi soal regulasi menjadi fondasi utama pembinaan karier ASN yang profesional dan akuntabel.
“Kesamaan pemahaman terhadap regulasi jabatan fungsional menjadi kunci dalam mendukung pembinaan karier ASN. Melalui coaching clinic ini, kami ingin memastikan setiap pejabat fungsional memahami mekanisme penetapan angka kredit secara tepat sehingga implementasinya di setiap perangkat daerah dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Herdin.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Pengembangan Aparatur, Sertifikasi Kompetensi, dan Pengelolaan Kelembagaan BKPSDM Sulbar. Para peserta menerima materi yang komprehensif.
Kepala Bidang Pengembangan Aparatur, Sertifikasi Kompetensi, dan Pengelolaan Kelembagaan BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Rini Lukita Sari, menjelaskan bahwa coaching clinic ini dirancang sebagai wadah konsultasi. Bukan ceramah satu arah.
“Coaching clinic ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman ASN terhadap mekanisme penetapan angka kredit. Dengan demikian, proses pengusulan angka kredit di setiap perangkat daerah dapat dilaksanakan secara tepat, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujar Rini.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. Pembinaan ASN yang profesional diharapkan berujung pada peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat Sulbar.
Melalui coaching clinic ini, BKPSDM Sulbar berharap tidak ada lagi kebingungan di tingkat perangkat daerah saat mengusulkan angka kredit. Proses yang tertib dan sesuai ketentuan akan mempercepat pembinaan karier ASN sekaligus memperkuat tata kelola kepegawaian daerah.