MAMUJU — Pemprov Sulawesi Barat memulai tahapan seleksi Jamsostek Award 2026 dengan membentuk tim evaluasi yang dipimpin Sekretaris Provinsi Junda Maulana. Ajang ini tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga pelaku UMKM dan badan usaha lainnya di seluruh kabupaten.
Junda Maulana mengungkapkan, proses penilaian akan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, pemeriksaan kelengkapan administrasi peserta yang dijadwalkan pada 22 Maret 2026. Kedua, penentuan tiga besar peserta terbaik. Ketiga, wawancara langsung dengan para finalis pada 27 Maret 2026.
"Penilaiannya kita akan mencari yang terbaik dari beberapa kategori tersebut dan nanti yang terbaik pertama itu akan kita kirim untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional," kata Junda usai rapat tim evaluasi.
Tim evaluasi yang dibentuk melibatkan sejumlah unsur strategis. Mulai dari Dinas Tenaga Kerja, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), BPJS Ketenagakerjaan, hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Rapat perdana tim digelar untuk menyamakan persepsi agar proses penilaian berjalan objektif.
"Tadi kita rapat dan kita akan menyamakan persepsi," ujar Junda.
Jamsostek Award 2026 memiliki beberapa kategori yang dinilai, mencakup kepatuhan pemerintah kabupaten, pelaku UMKM, dan perusahaan. Setiap kategori akan dinilai berdasarkan komitmen terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan. Pemenang pertama dari masing-masing kategori di tingkat provinsi akan dikirim untuk bersaing di seleksi nasional.
Ajang ini menjadi barometer kepatuhan lembaga dan perusahaan terhadap perlindungan tenaga kerja. Bagi Pemprov Sulbar, partisipasi aktif dalam Jamsostek Award juga menjadi indikator tata kelola ketenagakerjaan yang baik. Proses seleksi yang ketat diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan dan UMKM di Sulbar mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.