Festival Penyu Mampie 2026 Resmi Dibuka di Polewali Mandar, Pemprov Sulbar Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Penulis: Usman Harun  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:07:40 WIB
Penanaman 10.000 bibit mangrove dan pelepasan tukik tandai pembukaan Festival Penyu Mampie 2026 di Polewali Mandar.

POLEWALI MANDAR — Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditanam dan puluhan tukik dilepasliarkan di Pantai Mampie pada pembukaan Festival Penyu Mampie 2026, Rabu (24/6/2026). Angka itu menjadi salah satu bukti komitmen Pemprov Sulbar dalam mengedepankan pariwisata berkelanjutan di kawasan konservasi tersebut.

Bau Akram Dai, mewakili Gubernur Sulawesi Barat, secara simbolis membuka festival dengan melakukan penanaman pohon mangrove dan pelepasan tukik bersama pengunjung. Kegiatan ini langsung menyusul acara seremonial di lokasi yang sama.

"Pariwisata dan pelestarian lingkungan kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi dua kutub yang saling menguatkan dalam paradigma sustainable tourism," kata Bau Akram dalam sambutannya.

Dari Seremonial Tahunan ke Gerakan Kolektif

Bau Akram menekankan bahwa Festival Penyu Mampie tidak boleh berhenti sebagai acara tahunan. Ia mendorong agar festival ini bertransformasi menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.

"Festival Penyu Mampie tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus ditransformasikan menjadi sebuah gerakan kolektif yang berkelanjutan," ujar Bau Akram.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran ekologis masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya konservasi yang memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan warga lokal.

Fakta Singkat Festival Penyu Mampie 2026

  • Lokasi: Kawasan Konservasi Penyu Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar
  • Durasi: 24–28 Juni 2026
  • Penyelenggara: Dispoparekraf Sulbar bersama Komunitas Sahabat Penyu Mampie, Pemkab Polewali Mandar, dan Kementerian Pariwisata RI (Dana Tugas Pembantuan TA 2026)

Rangkaian Kegiatan: Edukasi, Konservasi, dan UMKM

Sepanjang festival, pengunjung bisa mengikuti aksi bersih pantai, penanaman pohon, dan susur Sungai Teluk Mampie. Selain itu, terdapat pameran UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Pelepasan tukik dan penanaman mangrove menjadi agenda utama yang langsung dilakukan usai pembukaan. Aktivitas ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melihat langsung proses konservasi penyu di habitat aslinya.

Bau Akram mengapresiasi Komunitas Sahabat Penyu Mampie dan Pemkab Polewali Mandar yang konsisten menjaga kawasan konservasi. Dukungan Kementerian Pariwisata RI melalui Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2026 juga disebutnya sebagai faktor kunci terselenggaranya festival ini.

Pemprov Sulbar berharap Festival Penyu Mampie mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sulawesi Barat tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem pesisir.

Reporter: Usman Harun
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top